Walhi Nilai Pemprov DKI Lalai Terkait Temuan Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta

Walhi Nilai Pemprov DKI Lalai Terkait Temuan Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Tugabus Soleh Ahmadi, (Bagus), menilai temuan kandungan paracetamol di teluk Jakarta menunjukkan kelalaian Pemprov DKI Jakarta. 

Pemerintah daerah dinilai tidak serius melindungi teluk Jakarta di tengah upaya revitalisasi.

"Seharusnya di tengah menyusun upaya revitalisasi, pencegahan terhadap beban pencemaran dilakukan terlebih dahulu, termasuk juga menginventarisasi segala jenis atau parameter pencemaran," kata Bagus, Minggu (3/10/2021).

Bagus mengakui paracetamol bukan termasuk parameter pencemaran. Namun, bukan berarti Pemprov DKI abai terhadap parameter-parameter lain yang mencemari teluk Jakarta.

"Temuan ini semakin menambah daftar panjang beban pencemaran di teluk Jakarta," tutur dia.

DLH DKI Jakarta mengambil sampel air laut di Teluk Jakarta.

Bagus menyebut bila dugaan kandungan parasetamol berdampak pada makhluk hidup dan ekosistem teluk Jakarta, maka semakin membebani masyarakat pesisir dan nelayan. Sebab, ruang hidupnya sangat bergantung dengan keberlangsungan teluk Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mesti serius merespons temuan LIPI tersebut. Salah satunya mengkaji lebih luas dampak yang ditimbulkan kepada ekosistem teluk Jakarta.

"Kemudian mengevaluasi segera dan memonitoring seluruh fasilitas Kesehatan di Jakarta dalam hal penanganan limbah," tutur Bagus.

Serta membuka kepada publik terkait rencana revitalisasi teluk Jakarta dan hasil pemantauan secara berkala kepada publik.

Baca Juga : Limbah di Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Ini Kata DLH Pemprov DKI

Sebelumnya, sebuah studi mengungkap fakta soal air laut di Teluk Jakarta mengandung parasetamol. Penelitian dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021, dengan judul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia'.

Penelitian menganalisis sampel yang dikumpulkan di empat lokasi Teluk Jakarta. Sementara itu, satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah.***