Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati Jalani Isolasi Mandiri

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati Jalani Isolasi Mandiri
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati terpapar Ccovid-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri, Selasa (29/6/2021)./(instragram)

WJtoday, Cirebon - WAKIL  Wali Kota Cirebon Eti Herawati terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan pada Minggu (27/6/2021). Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi. 

Agus mengutarakan, setelah dilakukan pemeriksaan, Eti Herawati dinyatakan positif Covid-19.

"Pagi-pagi kami memang sudah mendengar berita bahwa Ibu Wakil Wali Kota, Ibu Eti Herawati berdasarkan pemeriksaan hari Minggu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasilnya sudah keluar," kata Agus, Senin (28/6/2021).

"Saya sudah telepon langsung beliau. Alhamdulillah beliau dalam kondisi sehat, tidak ada gejala. Anak beliau juga positif. Jadi ada dua," jelasnya menambahkan.

Agus menyampaikan, pihaknya telah melakukan tracing atau penelusuran terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan Wakil Wali Kota.

Baca juga: Jabar Perkuat Posko Penanganan Covid-19 Level Desa dan Kelurahan

Selain itu, lanjut Agus, tim dari Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSUDGJ) Kota Cirebon juga telah melakukan pemantauan terhadap kondisi Wakil Wali Kota beserta keluarganya.

"Sudah di monitor. Alhamdulillah kondisi umum, baik. Kami mohon doa dari masyarakat Kota Cirebon. Mudah-mudahan ibu wakil dan keluarga tetap diberi kekuatan dan bisa melewati ujian ini dengan baik," pungkasnya.  

Eti sendiri mengabarkan meski terpapar Covid-19 kondisinya baik-baik saja dan saat ini melakukan isolasi mandiri.

"Saat ini saya terpapar Covid-19. Saya hari ini menyempatkan berolahraga dan berjemur," kata Eti dalam keterangan video yang diterima pada Selasa (29/6/2021).

Eti mengaku masih dalam keadaan yang baik. Meski demikian, dia mengimbau masyarakat Kota Cirebon, agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas.

"Karena saat ini 3M saja tidak cukup, harus menerapkan 5M," tegasnya.  ***