Wacana Jokowi 3 Periode, Mahfud MD: Maksimal 2 Periode Saja

Wacana Jokowi 3 Periode, Mahfud MD: Maksimal 2 Periode Saja
Mahfud MD bersama Presiden Jokowi. (detik.com)

WJtoday, Bandung - MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjawab komentar warganet terhadap penggagas komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) 2024 atau mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama tiga periode. 

Warganet pun mempertanyakan berbagai pihak yang mendiamkan isu yang berpotensi menguntungkan penguasa dan melanggar undang-undang tersebut. Bahkan, mengkritik mengapa pengamat politik tersebut diberikan panggung politik untuk mengumbar isu tersebut.

“Kurang telah di-mention kepada saya. Sebab, saya bukan anggota parpol (partai politik) atau MPR. 2 atau 3 periode arenanya di parpol dan MPR. Tetapi, secara pribadi saya lebih setuju seperti sekarang, maksimal 2 periode saja. Adanya konstitusi itu, antara lain untuk membatasi kekuasaan baik lingkup maupun waktunya,” ucapnya dalam akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, yang dikutip pada Senin (21/6/2021).

Baca juga: Hasil Survei: Jabatan Presiden Tetap Dua Periode

Ini bukan pertama kalinya Mahfud MD merespons isu masa jabatan presiden tiga periode melalui akun Twitternya. Sebelumnya ia menyebut pascareformasi 1998, jabatan presiden terbatas hanya dua periode.

“Salah satu alasan penting mengapa kita dulu membubarkan Orde Baru dan melakukan Reformasi 1998 adalah karena jabatan presiden tidak dibatasi jumlah periodenya. MPR kemudian membuat amandemen atas UUD 1945, membatasi 2 periode saja. Kalau mau mengubah lagi itu urusan MPR; bukan wewenang presiden,” ujar Mahfud, Senin (15/3) lalu.

Mahfud pun mengutarakan Presiden Joko Widodo menolak usulan tersebut. 

“Presiden Jokowi tak setuju adanya amandemen lagi. Bahkan, pada 2 Desember 2019 mengatakan bahwa kalau ada yang mendorongnya menjadi presiden lagi, maka ada 3 kemungkinan; 1. Ingin menjerumuskan; 2. Ingin menampar muka; 3. Ingin mencari muka. Kita konsisten saja, batasi jabatan presiden 2 periode,” sebutnya.  ***