Wacana Beasiswa S3 bagi Kades, Legislator Nilai Kesejahteraan Lebih Prioritas

Wacana Beasiswa S3 bagi Kades, Legislator Nilai Kesejahteraan Lebih Prioritas
Ilustrasi (antara)

WJtoday, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat menganggap wacana pemberian beasiswa jenjang S3 oleh pemerintah untuk kepala desa (kades) yang berprestasi sebagai hal yang wajar. 

Namun demikian, Toriq berpandangan ada perkara yang lebih mendesak dan prioritas, yakni peningkatan kesejahteraan kades itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Toriq menanggapi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) yang berencana memberikan peluang kepada Kades berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya hingga tingkat S3.

 “Boleh saja memberikan beasiswa S3 untuk kades berprestasi ke depannya. Namun untuk saat ini, meningkatkan kesejahteraannya sebagai ujung tombak pengelola desa dengan segala dinamikanya jauh lebih mendesak. Gaji sebesar Rp2,8 juta per bulan untuk seorang kades sangatlah kecil. Tugas Kades tidaklah mudah, tanggung jawab sebagai pemimpin di wilayahnya sangat berat,” kata Toriq dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Toriq mengungkapkan, seorang kades harus menyiapkan waktu 24 jam bagi pelayanan masyarakat agar optimal. Kades dan perangkatnya merupakan ujung tombak pekerjaan dan koordinasi dengan pemerintah kota, kabupaten bahkan pusat. 

Belum lagi, adanya oknum ‘predator desa’ yang memalak aparat desa dengan modus penawaran jasa pendampingan struktural bahkan pungutan liar dengan modus bimbingan teknis.

Maka, legislator dapil Jawa Barat XI itu menilai bentuk apresiasi yang paling tepat adalah Kemendes wajib merealisasikan payung hukum untuk dana operasional bagi kades. Besarannya bisa berdasarkan tingkat prestasi masing-masing desa atau yang lainnya. 

“Predator desa adalah realitas. Sementara belum ada payung hukum dana operasional desa. Maka agar program desa dapat berjalan, terpaksa mereka menggunakan koceknya sendiri. Kasihan Kades kalau seperti ini terus,” pungkas Toriq. 

Seperti diberitakan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan peluang kepada kepala desa berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya hingga S3.

"Ke depannya kepala desa karena prestasinya bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang S3," ujar Mendes PDTT dalam keterangan tertulis, Minggu (10/10).

Ia menambahkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan juga terbuka bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP).  

Maka itu, lanjut Mendes PDTT, kementeriannya sedang berikhtiar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk LPDP agar kepala desa dan TPP yang berprestasi dapat kuliah hingga S3.  ***