Vaksinasi Dosis Ketiga Tidak Boleh Dikomersilkan

Vaksinasi Dosis Ketiga Tidak Boleh Dikomersilkan
Pemerintah mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga atau bosster 12 Januari 2022, dengan sasaran awal kaum lansia. (pam)

WJtoday, Jakarta -  Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar mengungkapkan dirinya sudah sejak lama mendorong vaksin booster (vaksin penguat atau dosis ketiga) digratiskan bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Menurut dia, vaksin adalah hak masyarakat dan tidak boleh dikomersialkan.

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa vaksin itu adalah hak masyarakat yang harus difasilitasi oleh negara. Mau vaksin pertama, kedua, maupun booster," tandas Gus Muhaimin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022).

Dia pun menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo yang menggratiskan vaksin Corona dosis ketiga atau booster. Cak Imin mengaku ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. 

"Tentu saja ini (vaksin booster gratis) kabar baik dari Pak Jokowi untuk kita semua. Ini yang kita tunggu-tunggu," ungkap Gus Muhaimin.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tercatat 506 Orang

Gus Muhaimin juga mendorong pemerintah tetap mengoptimalkan vaksinasi tahap satu dan dua. Menurutnya percepatan vaksinasi  sebagai kunci agar pandemi di Indonesia dapat segera terselesaikan. 

"Memang target vaksinasi 40 persen dari populasi pada 2021 tercapai. Tapi target besarnya sebanyak 70 persen populasi kan belum tercapai. Jadi saya harap (vaksin) booster-nya jalan, sambil lalu terus dilakukan percepatan vaksinasi dosis pertama dan kedua," jelasnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi mengumumkan rencana pemerintah menggelar vaksinasi Corona dosis ketiga mulai 12 Januari 2022. 

"Mulai 12 Januari 2022 pemerintah akan melaksanakan vaksinasi ketiga dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan. Pemberian vaksin ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena saya tegaskan keselamatan rakyat adalah yang utama," ujar Presiden.   ***