Update Covid-19 Nasional: Tambahan 1.882 Kasus Baru

Update Covid-19 Nasional: Tambahan 1.882 Kasus Baru
Update Covid-19 Nasional: Tambahan 1.882 Kasus Baru
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dilaporkan masih mengalami penambahan kasus baru sebanyak 1,882. Dengan demikian, per Kamis (6/8/2020) jumlah total tercatat sebanyak 118.753 kasus.

Seperti dilaporkan  disampaikan Satuan Tugas Covid-19 pada Kamis (6/8/2020) sore, dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 75.645 orang dinyatakan sembuh dan 5.521 orang lainnya meninggal dunia.

Kasus positif virus corona bertambah 1.882 orang dari data kemarin. Sementara itu , untuk pasien sembuh bertambah 1.756 orang dan pasien meninggal bertambah 69 orang.

Kemarin, kasus positif Covid-19 mencapai 116.871 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73.889 orang dinyatakan sembuh dan 5.452 orang meninggal dunia.

Kasus positif virus corona meningkat drastis dalam satu bulan terakhir ini. Sepanjang Juli 2020, jumlah kasus baru tembus 51.991 orang atau rata-rata lebih dari 1.000 kasus per hari.

Angka kematian pasien positif Covid-19 sepanjang Juli juga meningkat. Tercatat pertambahan angka kematian mencapai 2.255 orang. Jumlah ini meningkat dari Juni yakni sebanyak 1.263 orang dan Mei 821 orang.

Meski demikian, jumlah pasien positif yang sembuh ikut meningkat sepanjang Juli yakni mencapai 41.101 orang. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat ketimbang angka kesembuhan Juni yakni sebanyak 17.498 orang.

Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari kasus Covid-19 selama Juni, yang hanya 29.912 kasus.

Jawa Timur masih menjadi provinsi penyumbang kasus positif terbanyak dengan 23.829 orang. Disusul DKI Jakarta dengan 23.380 orang, Jawa Tengah 10.036 orang, Sulawesi Selatan 9.987 orang, dan Jawa Barat 6.912 orang.


Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Akhmad Saikhu mengatakan bahwa obat satu-satunya adalah anti-virus berupa vaksin, yang mana masih dalam proses penelitian hingga saat ini. Oleh karena itu, penggunaan obat tradisional tidak dapat menyembuhkan COVID-19. 

“Jamu (obat tradisional) ini adalah untuk komorbit dari COVID-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala penyerta,” ujarnya saat berdialog melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu, (5/8/2020).

Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan obat tradisional terdiri dari tiga kategori yaitu jamu, obat herbal terstandarisasi dan fitofarmaka. 

Obat-obat tersebut juga harus memenuhi syarat seperti tidak menimbulkan efek samping dan tidak mengganggu fungsi hati ataupun ginjal.

Mengenai kegiatan mencampur ramuan-ramuan jamu atau oplosan, Badan Litbang Kesehatan Kemenkes sudah mengeluarkan daftar ramuan jamu yang dapat dikonsumsi secara langsung sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian Akhmad Saikhu juga mengimbau masyarakat yang memang biasa mengonsumsi jamu, supaya tetap meneruskan pengonsumsian selama jamu tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau meringankan gejala penyakit. ***