Update Covid-19 Nasional: 3.989 Kasus Baru, 244.676 Total Kasus

Update Covid-19 Nasional: 3.989 Kasus Baru, 244.676 Total Kasus
Update Covid-19 Nasional: 3.989 Kasus Baru, 244.676 Total Kasus
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dilaporkan bertambah sebanyak 3.989 kasus baru. Dengan demikian, per Minggu (20/9/2020) total sudah mencapai mencapai 244.676 kasus.

Dilaporkan dari jumlah total tersebut sebanyak 177.327 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.553 meninggal dunia.

Pemutakhiran data berdasarkan pembaruan dari Satuan Tugas Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI yang diakses dari situs kemkes.go.id, pada Minggu(20/9/2020) pukul 15.30 WIB

Pada Sabtu (19/9/2020) kemarin jumlah kasus total sudah mencapai 240.687 kasus.m Sebanyak 174.350 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.448 meninggal dunia.

Penambahan kasus positif kemarin sebanyak 4.168  merupakan rekor tertinggi harian sejak awal kasus corona muncul di RI pada Maret 2020. Sebelumnya, rekor tercatat pada pada 16 September 2020 dengan 3.963 kasus, memecahkan rekor sebelumnya pada 10 September dengan jumlah 3.861 kasus.

Jumlah suspek ada 107.863 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 44.543. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 493 kabupaten/kota. 

Untuk jumlah kasus positif kasus tertinggi berada di DKI Jakarta dengan jumlah kumulatif menembus 60.828  kasus., diikuti Jawa Timur dengan 40.372 kasus.  Di Jawa Tengah, kumulatif kasus psien positif mencapai 19.213 kasus, sedangkan Jawa Barat 16.395 kasus.


Sejak awal September, kasus positif Covid-19 bertambah rata-rata 3.000 kasus per harinya.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun memperkirakan Indonesia bisa memiliki 500 ribu kasus pada Desember.

"Dengan rata-rata tambahan kasus [Corona] 3.000 sehari maka pertengahan Desember [Indonesia] bisa [mencapai] 500 ribu [kasus]," ujarnya.

Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan  Dokter  Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan Indonesia belum mencapai puncak pandemi  Covid-19 gelombang pertama.

Jika perilaku masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan kala melakukan aktivitasnya sehari-hari. IDI menyebut, jika hal ini masih terus terjadi maka Indonesia akan menjadi episentrum COVID-19 dunia.

"Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama pandemi ini dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum Covid dunia," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi melalui rilisnya, Jumat (18/9).

Adib pun menambahkan, alih-alih memperbaiki kondisi ekonomi di Indonesia, minimnya penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari justru akan berdampak negatif pada ekonomi jangka panjang.

"Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat. Dan hal ini tentunya juga akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan, namun juga ekonomi secara berkepanjangan," tuturnya.  ***