Update Covid-19 Nasional: 3.635 Kasus Baru, 232.628 Total Kasus

Update Covid-19 Nasional: 3.635 Kasus Baru, 232.628 Total Kasus
Update Covid-19 Nasional: 3.635 Kasus Baru, 232.628 Total Kasus
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dilaporkan bertambah sebanyak 3.635 kasus baru. Dengan demikian, per Kamis (17/9/2020) total sudah  mencapai 232.628 kasus.

Dilaporkan pula dari jumlah total tersebut sebanyak  166.686 di antaranya dinyatakan sembuh dan 9.222 orang meninggal dunia.

Tambahan  kasus positif hari ini sebesar 3.635 kasus diperoleh berdasarkan pemeriksaan terhadap 41.804 spesimen.

Sementara jumlah orang yang meninggal dunia pada hari ini juga bertambah 122 orang dan kasus sembuh bertambah 2.585 orang. 

Sedangkan jumlah kasus suspek secara keseluruhan sampai hari ini mencapai 103.209 orang.

Pemutakhiran data berdasarkan pembaruan dari Satuan Tugas Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI yang diakses dari situs kemkes.go.id, pada Kamis(17/9/2020) pukul 15.30 WIB

Pada Rabu (16/9/2020) kemarin, kasus positif mencapai 228.993 orang. Dari jumlah itu, 164.101 dinyatakan sembuh dan 9.100 meninggal dunia.

Sejak awal September, kasus positif Covid-19 bertambah rata-rata 3.000 kasus per harinya. DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus tertinggi disusul Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun memperkirakan Indonesia bisa memiliki 500 ribu kasus pada Desember.

"Dengan rata-rata tambahan kasus [Corona] 3.000 sehari maka pertengahan Desember [Indonesia] bisa [mencapai] 500 ribu [kasus]," ujarnya.


Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) untuk bisa mengendalikan langsung jika ada klaster yang teridentifikasi.

“Apabila ada klaster atau sekumpulan kasus teridentifikasi pada wilayah-wilayah lebih kecil dari kabupaten/kota, misalnya kecamatan, kelurahan atau RT/RW tertentu, maka itu bisa dilakukan pengendalian langsung,” ujar Wiku, seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Dengan demikian, Wiku menyampaikan pada daerah itu tidak terjadi mobilitas penduduk ke daerah lainnya dan penanganannya bisa fokus pada daerah dengan komunitas tersebut.

“Dan ini diharapkan pada provinsi-provinsi prioritas tersebut betul-betul bisa dilakukan pengendalian terbaik, dengan kerja sama seluruh aparat baik dari pemerintah daerah maupun dari Polri dan TNI, sehingga dapat ditangani dengan tuntas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiku juga menjelaskan kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta saat ini karena melihat dalam 5 minggu terakhir, kondisi peta zonasinya berada di zona merah (merah) dan oranye (sedang) sehingga saat ini ada pembatasan-pembatasan ketat yang dilakukan Pemda DKI Jakarta.

“Kita lihat kondisi seperti itu akhir dilakukan pembatasan lebih ketat agar kondisinya bisa terkendali lebih baik. Ini adalah proses yang harus dilakukan, perlu adanya gas dan rem, yaitu memastikan apabila kasusnya meningkat dan mulai tidak terkendali dan berjalan cukup lama, maka perlu pengetatan pada aktivitas tertentu yang berkontribusi pada peningkatan kasus tersebut,” ujarnya.

Maka, sambung Wiku, perlu dilakukan melalui proses pertama, pra kondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah dimana Satgas Penanganan Covid-19 terlibat sehingga dilakukan pengetatan yang lebih pada DKI Jakarta.

“Dan ini tidak tertutup juga untuk seluruh daerah di Indonesia apabila kondisinya yang zona merahnya berlangsung selama beberapa Minggu. Ini adalah alarm, maka harus dilakukan reaksi pengendalian yang lebih ketat,” tegas Wiku.  ***