Update Covid-19 Hari ini: 4.834 Kasus Baru, 3.363 Sembuh, 13 Meninggal

Update Covid-19 Hari ini: 4.834 Kasus Baru, 3.363 Sembuh, 13 Meninggal
Update perkembangan Covid-19 di Indonesia dilaporkan penambahan 4.834 kasus baru, Jumat (22/7/2022). Dengan demikian total kasus telah mencapai 6.159.328 selama pandemi berlangsung. (ilustrasi: antara)

WJtoday, Bandung - Update perkembangan Covid-19 di Indonesia  dilaporkan penambahan 4.834 kasus baru, Jumat (22/7/2022). Dengan demikian total kasus telah mencapai 6.159.328 selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan pantauan data dari laman resmi Kementerian Kesehatan, dilaporkan pula terdapat 3.363 pasien sembuh hari ini, sehingga total telah mencapai 5.964.196, atau sebesar 96,8 persen.

Sedangkan pasien meninggal dilaporkan sebanyak 13 orang, sehingga total telah mencapai 156.893, atau 2,5 persen, pasien kehilangan nyawa terdampak penyakit mematikan ini.

Kasus aktif berada di angka 38.239 orang atau bertambah 1.458 orang dari sebelumnya, atau sebesar 0,6 persen. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 112.790 sampel.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum menyimpulkan tingkat kecepatan penularan subvarian Omicron BA.2.75 yang menginfeksi tiga warga Indonesia sejak sepekan lalu.

"Sampai sekarang belum terlihat polanya berapa cepat dia naiknya dibandingkan dengan BA.4 dan BA.5," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di RS Darmais Jakarta, Selasa (19/7).

Kemenkes masih meneliti kemampuan BA.2.75 yang saat ini menunjukkan tren peningkatan kasus di India.

Pada pekan lalu, kata dia, BA.2.75 atau yang dikenal di sebagian kalangan pakar ilmu kesehatan dengan sebutan varian Centaurus itu telah terdeteksi di Indonesia, dua kasus berada di Jakarta dan satu lainnya terdeteksi di Bali.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan BA.2.75 kali pertama dilaporkan dari India pada awal Juni 2022 dan sekarang sudah menyebar di sedikitnya 15 negara, di antaranya Jerman, Inggris, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura.

"Di India yang kita kenal sebagai negara yang pertama kali melaporkan varian Delta BA.2.75 menyebar dengan cukup cepat," sebut Tjandra.   ***