Unggahan di Youtube Berujung Somasi, Direktur Eksekutif Lokataru dan Koordinator KontraS Dituntut Minta Maaf

Unggahan di Youtube Berujung Somasi, Direktur Eksekutif Lokataru dan Koordinator KontraS Dituntut Minta Maaf
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan./instagram

WJtoday, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan melayangkan somasi kepada Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida.

Somasi dilayangkan menyusul adanya unggahan di kanal YouTube milik Haris Azhar dengan judul Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya.

Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar pun membenarkan somasi yang dilayangkan kepadanya. 

“Iya benar saya di Somasi. Dikirim Kamis, beberapa hari lalu,” katanya melalui keterangannya, dikutip Minggu (29/8/2021). 

Haris mengatakan akan memberikan jawaban somasi dalam beberapa hari ke depan melalui kuasa hukumnya. 

“Dalam beberapa hari kedepan, saya, lewat kuasa hukum saya, akan berikan jawaban somasi,” ujarnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator KontraS, Fatia Maulida bahwa akan memberikan jawaban somasi pekan depan. 

“Somasi sudah dikirimkan langsung tanggal 26. Jawabannya akan diadakan konpers nanti di minggu depan,” pungkasnya.

Unggahan di Youtube Berujung Somasi 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan, langkah somasi kepada Direktur Eksekutif Lokataru Harris Azhar dan Koordinator KontraS, Farida Maulida dilakukan untuk mengklarifikasi bahwa pernyataan Harris Azhar dan Koordinator KontraS tidak benar.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan unggahan di media YouTube milik Harris Azhar dengan judul Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya.

“Iya betul. Kepada Sdr. Haris Azhar dan Sdri. Fatia Maulidianti. Karena unggahan di channel Youtube Saudara Haris Azhar dimaksud telah membentuk opini atau pernyataan-pernyataan yang tidak benar dan tendesius, character assassination, fitnah, penghinaan/ pencemaran nama baik dan berita bohong bahwa Pak Luhut bermain” dalam bisnis pertambangan di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021).

Dia menjelaskan, somasi supaya keduanya menjelaskan mengenai motif, maksud dan tujuan dari pengunggahan video yang memuat judul dan berisi wawancara yang telah menimbulkan fitnah, penghinaan/pencemaran nama baik dan berita bohong kepada Pak Luhut dan menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf melalui channel Youtube yang sama serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan serupa di kemudian hari.

“Hanya penjelasan dan permintaan maaf yang kami minta. Kami rasa itu lebih dari fair,” pungkas Jodi.


Kuasa Hukum Luhut Beri Batas Waktu 5 Hari kepada Hariz Azhar dan Fatia Jawab Somasi

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melayangkan surat somasi kepada Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti. Hal tersebut disampaikan langsung Kuasa Hukum Luhut, Juniver Girsang.

“Jadi saya kuasa hukum bapak LBP secara resmi mengajukan somasi kepada Fatia Maulidiyanti, nah ini sehubungan dengan wawancara yang diunggah di Youtube Hariz Azhar dengan judul Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya - Jenderal BIN Juga Ada,” kata Juniver Girsang, Sabtu (28/08/2021)

Menurut Juniver, di dalam pembicaraan wawancara video tersebut terdapat topik yang pernyataannya dianggap pihaknya tidak benar. Selain itu, Haris dan Fatia juga juga dianggap melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan melakukan pembunuhan karakter dengan menyampaikan berita bohong.

“Lantas di dalam topik tersebut ada pernyataan yang tidak benar dan kami menganggap bahwa pernyataan yang tidak benar itu telah membentuk opini yang tendesius, fitnah, pencemaran nama baik, character assasination dengan menyampaikan berita bohong,” tegas Juniver.

Juniver pun menjelaskan mengenai bagian mana yang menjadi penyebaran fitnah tersebut. Menurutnya, Luhut dalam video wawancara itu disebutkan terlibat dalam permainan tambang. 

“Apa itu berita bohongnya? Di dalam wawancara tersebut dikatakan ‘salah satu pejabat kita namanya Luhut Binsar Pandjaitan atau lord. Jadi itu bisa dibilang bermain dalam pertambangan-pertambangan di Papua hari ini,” terangnya. 

Atas pernyataan tersebut kemudian pihaknya mensomasi Haris dan Fatia selama 5 x 24 jam. Adapun Haris dan Fatia diminta untuk menjelaskan motif, maksud dan tujuan menyampaikan pernyataan tersebut. 

“Jadi pernyataan ini adalah pernyataan yang tidak benar, oleh karenanya kami mensomasi mereka 5 x 24 jam untuk menjelaskan mengenai motif, maksud dan tujuan menyampaikan pernyataan yang tidak benar tersebut, jadi kita minta penjelasan,” tegasnya

Juniver pun mengatakan minimal Haris dan Fatia dapat menjawab surat somasi yang dilayangkan tersebut. Menurutnya, apabila somasi tidak diindahkan maka pihaknya akan melakukan tindakan proses hukum seanjutnya. 

“Karena kami minta penjelasan ya dijawab surat kami dulu, kalau dia tidak bisa menjawab dan tidak menjawab tentu kami akan melakukan proses hukum, bisa kita kirim somasi lagi atau kita mengambil tindakan hukum baik perdata maupun pidana. Proses hukum selanjutnya akan menggunakan landasan fitnah. Bukan pencemaran nama baik lagi, tapi fitnah, pencemaran nama baik dan berita bohong,” tandasnya.***