Umrah Kembali Dibuka, Jemaah Indonesia yang Tertunda Keberangkatannya Jadi Prioritas

Umrah Kembali Dibuka, Jemaah Indonesia yang Tertunda Keberangkatannya Jadi Prioritas
ilustrasi./Facebook

WJtoday, Jakarta - Arab Saudi dalam waktu dekat akan mengizinkan kembali jemaah asal Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah.

Sebab, pembahasan mengenai prosedur serta persyaratan kesehatan untuk mengikuti umrah saat ini sudah mencapai tahap akhir.

"Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (9/10/2021).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kembali mitigasi yang selama ini telah disiapkan.

"Kegiatan mitigasi yang sudah kami siapkan, perlu dievaluasi kembali dan disinergikan dengan ketentuan-ketentuan yang akan ditetapkan Arab Saudi," kata Firman dikutip Senin (11/10/2021).

Firman menuturkan, pihaknya juga akan memfokuskan diri untuk memberangkatkan jemaah umrah yang tertunda sejak Februari 2020.

Baca Juga : Resmi! Arab Saudi Buka Pintu Masuk Bagi Jemaah Umrah dari Indonesia


Syarat umrah yang telah ditentukan

Tentu saja, hal itu juga para jemaah tersebut harus memenuhi syarat yang ditentukan, seperti vaksin Covid-19 dan kesehatan tubuh.

"PR kami adalah kami konsen sekali agar jemaah-jemaah yang tertunda keberangkatannya sejak februari 2020 menjad prioritas diberangkatkan," jelas dia.

Terkait vaksin Covid-19, Firman menyebut ada empat merek yang diizinkan oleh Arab Saudi, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Bagi jemaah yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm, harus disuntik booster yang berasal dari empat vaksin di atas.

Namun, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait teknis vaksin booster.

Barcode vaksin Covid-19

Selain itu, Firman berharap agar pemerintah memastikan barcode vaksinasi bisa dibaca dan diakses oleh Arab Saudi.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa jemaah sudah benar-benar divaksin lengkap.

Meski demikian, ia menyebut bahwa Aran Saudi kini sudah membuka diri dengan ketentuan yang lebih longgar.

"Karena umrah dibuka dengan kondisi vaksin sudah ada, sehingga jemaah-jemaah yang datang dengan vaksin penuh dan dibuktikan PCR negatif, mereka sudah bisa menunaikan ibadah," jelas dia.

Tak hanya itu, Arab Saudi juga menyiapkan solusi bagi jemaah umrah yang ingin berangkat, tetapi belum dapat memenuhi kewajiban vaksinasi.

Opsi yang diberikan adalah karantina 5 hari sebelum menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.***