Tunggu Hasil Uji Lab, Pemkab Bekasi Siap Sanksi Perusahaan Pembuang Limbah ke Sungai

Tunggu Hasil Uji Lab, Pemkab Bekasi Siap Sanksi Perusahaan Pembuang Limbah ke Sungai
Ilustrasi Pj Bupati Bekasi saat berdialog dengan seorang ibu yang kesehariannya memanfaatkan air di aliran Kali Lemahabang yang tercemar. (wjtoday)

WJtoday, Kab Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sampai saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium limbah yang mengalir ke Kali Cilemahabang. 

Jika hasilnya telah keluar, Pemkab Bekasi akan mengambil sikap terhadap perusahaan yang telah mengotori air Kali Cilemahabang.

"Kami sedang mengecek hasil lab dan ternyata hasilnya keluar setelah dua minggu,” ujar Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (13/9/2021).

Menurutnya, Pemkab Bekasi tidak bisa sembarangan memutuskan atau memberikan sanksi terhadap perusahaan yang diduga melakukan pencemaran limbah ke sungai. 

Sesuai dengan aturan, ada mekanisme yang harus ditempuh sebelum menjatuhkan sanksi terhadap para pengusaha nakal itu. 

"Ya sanksi harus melalui mekansime hukum. Di Undang-Undang itu kan melalui mekansime persidangan, tidak bisa saya langsung memutuskan untuk menyegel pabriknya,” sebut Dani.

Baca juga: Pasca Disidak Pj Bupati Bekasi, Warna Air Kali Cilemahabang tak Hitam Lagi

Dia mengungkapkan, pihaknya telah meneliti kandungan limbah yang dibuang perusahaan ke Sungai Cikadu sebelum masuk ke aliran Kali Cilemahabang. Hasilnya, dari PH atau indikator tingkat keasaman air, kandungan bakteri masih batas normal.

"Namun dari sisi warna, masih menjadi masalah dan baku mutu tidak tercapai meski telah ditambah bahan kimia. Makanya kami juga mengundang para pakar untuk meneliti limbah tersebut,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Pemkab Bekasi juga telah membentuk tim pengawas pencemaran limbah ke sungai Cilemahabang yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Kejaksaan dan Komunitas Lingkungan.

"Mereka nantinya akan memberikan laporan kepada kami dan tindak-tindakan apa yang harus dilakukan. Dengan cara begitu bisa memantau pencemaran limbah di sungai-sungai,” pungkas Dani.  ***