Tolak UU Cipta Kerja, Ridwan Kamil Justru Disuruh Mundur dari Jabatannya

Tolak UU Cipta Kerja, Ridwan Kamil Justru Disuruh Mundur dari Jabatannya
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
WJtoday, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah menemui massa demonstrasi UU Omnibus Law Cipta Kerja yang terdiri dari buruh dan mahasiswa di depan Gedung Sate. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini kemudian menyurati Presiden Joko Widodo beserta DRR, menyatakan penolakan terhadap UU Ciptaker.

Surat itu telah dikirim setelah dibacakan oleh perwakilan buruh pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu. Surat bernomor 560/4395D/Disnakertrans tertanggal 8 Oktober 2020 itu ditandatangani oleh Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat.

Dalam surat tersebut, Ridwan Kamil menyampaikan ke Jokowi dan DPR jika UU Ciptaker telah mendapatkan penolakan dari serikat kerja atau buruh se-Jawa Barat. Namun, penolakan Ridwan Kamil tersebut justru mendapatkan kritikan keras dari Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi.

Teddy secara lantang meminta Ridwan Kamil untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala daerah jika menolak UU Ciptaker. Ia menegur Ridwan agar tidak bermain dua kaki dan sebagai kepala daerah, wajib mematuhi aturan pemerintah pusat tentang Omnibus Law UU Ciptaker.

”Ridwan Kamil cs kalau mau menolak UU Cipta Kerja, ya lepas gubernurnya,” tegas Teddy Gusnadi, Sabtu (10/10). 

“Karena ada kewajiban dalam UU pemerintahan daerah. Inilah rusaknya Pilkada langsung, selain 90 persen penyumbang tumbuhnya radikalisme dan kerusakan di negeri ini, juga kepala daerah yg tidak patuh pada pusat.” tambahnya.

”Kalau benar Ridwan Kamil berjuang untuk rakyat menolak UU Cipta Kerja, ya harus berani mundur dari jabatan Gubernur, jangan dua kaki,” sambungnya. 

“Masih mau makan dari jabatan tapi gak mau melaksanakan kewajiban sebagai kepala daerah.” kritiknya.

Lebih lanjut Teddy mengaku tidak peduli jika Ridwan Kamil merupakan kepala daerah yang mendukung Jokowi pada pilpres 2019 lalu. Ia menegaskan akan selalu mengkritik kinerja kepala daerah hingga para menteri yang dinilai tidak benar.

”Ya terserah, mau Ridwan Kamil dulu dukung Jokowi, bukan berarti kalau dia ngawur gue benarkan,” ujar Teddy. 

“Wong para Menteri yang ngawur aja gue sebutkan namanya dan gue sampaikan di TV nasional yang ditonton jutaan orang agar mereka dipecat, apalagi cuma RK. Gue gak peduli, gak ada urusan.” pungkasnya.***