Tips Membedakan Minyak Goreng Asli dan Palsu

Tips Membedakan Minyak Goreng Asli dan Palsu
ilustrasi minyak goreng. (Pixabay)

WJtoday, Jakarta - Akhir-akhir ini minyak goreng menjadi primadona mayarakat Indonesia. Sempat hilang dari peredaran, hingga kenaikan harga yang menjadi mimpi buruk bagi masyarakat.

Dalam kasus lonjakan harga minyak goreng, tak ayal sebagian oknum tidak bertanggung jawab menggunakan kesempatan itu untuk melakukan pemalsuan minyak goreng.

Minyak goreng palsu sempat beredar di Kudus, Jawa Tengah.

Adalah produsen kerupuk Musmiah (58) dan Siti Mutoharoh (45) yang merugi hingga jutaan rupiah usai membeli 25 jeriken minyak goreng palsu.

Lantas, bagaimana cara membedakan minyak goreng asli dan palsu?

Cara membedakan minyak goreng asli dan palsu

Peneliti dan dosen program studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Vella memaparkan cara membedakan minyak goreng asli dan palsu.

Menurutnya, minyak goreng adalah bahan pangan dengan komposisi utama berupa trigliserida yang berasal dari bahan nabati dan telah melalui proses pemurnian.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendeteksi keaslian minyak goreng, yakni melalui uji organoleptik atau pengujian dengan menggunakan indra manusia.

“Uji organoleptik dapat dilakukan meliputi deteksi warna, bau, penampakan dan tekstur,” terang Vella, dilansir dari laman resmi UM Surabaya, Minggu (20/3/2022).

Berikut cara membedakan minyak goreng asli dan palsu

1. Warna minyak goreng
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi keaslian minyak goreng adalah melihat warnanya.

Minyak goreng asli memiliki warna kuning hingga kuning pucat.

Jika warna terlihat lebih gelap, Vella mengatakan itu tidak normal atau termasuk minyak goreng palsu.

2. Bau minyak goreng
Selain warna, deteksi keaslian minyak goreng dapat juga dilakukan oleh indra penciuman, yakni dari bau.

Vella menjelaskan, minyak goreng asli memiliki bau yang khas seperti bau kelapa atau cenderung tidak berbau.

“Jika tercium bau yang khas (bau kelapa) atau tidak berbau, maka minyak dinyatakan normal,” kata peneliti UM Surabaya itu.

Perlu diwaspadai jika minyak tercium bau lain, seperti bau tengik dan amis. Sebab, minyak goreng dengan bau demikian dipastikan tidak normal atau palsu.

Bau tengik dan amis yang muncul, imbuh Vella, biasanya disebabkan dari hasil oplosan atau gabungan antara minyak baru dan bekas.

3. Tekstur minyak goreng
Terakhir, deteksi dari tekstur atau penampakan minyak goreng.

Minyak goreng yang asli umumnya memiliki tekstur cair dan encer.

Sementara minyak goreng palsu cenderung lebih kental. Mengingat minyak palsu terbuat dari minyak bekas, maka tentunya sudah digunakan untuk menggoreng secara berulang.

“Akibat kandungan bahan masakan baik berupa kandungan lemak, tepung, dan lain seterusnya, akan membuat tekstur minyak palsu menjadi lebih kental jika dibandingkan dengan minyak asli yang memang belum pernah digunakan untuk menggoreng sebelumnya,” jelas Vella.

Cara cek keaslian minyak goreng

Adapun untuk menghindari beredarnya merek-merek minyak goreng yang tidak berizin, masyarakat dapat mengecek langsung melalui situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Langkah-langkah cek izin edar BPOM,sebagai berikut:

- Buka situs https://cekbpom.pom.go.id/.
- Pada kolom “Cari Produk”, pilih cari berdasarkan "MERK".
- Masukan merek minyak goreng yang ingin dibeli di bagian kata kunci.
- Klik “CARI”, kemudian akan muncul nama produk yang dicari lengkap dengan informasi seperti nomor registrasi dan pendaftar.

Sebagai tambahan, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), terdapat 425 merek minyak goreng yang beredar di pasaran saat ini.***