Tiga Perempat Kematian Global Disebabkan Penyakit Tidak Menular

Tiga Perempat Kematian Global Disebabkan Penyakit Tidak Menular
ilustrasi Pasien Penyakit Tidak Menular.(twitter)

WJtoday, Jakarta - Penyakit tidak menular (PTM) menyebabkan hampir tiga perempat kematian di seluruh dunia. Porsi ini sudah melebihi total angka meninggal yang diakibatkan penyakit menular  global.

Setiap tahunnya, 17 juta orang di bawah usia 70 tahun meninggal karena PTM. Setiap dua detik, seseorang di bawah 70 tahun di suatu tempat di dunia meninggal karena PTM. 

Penyakit tidak menular sekarang melebihi jumlah penyakit menular sebagai pembunuh utama secara global. Penyakit-penyakit itu di antaranya penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit paru-paru. Sebanyak 86 persen kasus di antaranya adalah mereka yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Sementara itu, kasus PTM diperkirakan menyumbang 76% dari seluruh kematian yang ada di Indonesia. Dari total tersebut, porsi terbesar penyulut kematian ada pada penyakit terkait kardiovaskular, sebanyak 38 persen.

Data Ini diungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (21/9/2022). Pengumuman WHO ini dikeluarkan dalam pertemuan tahunan pertama Kepala Negara dan Kelompok Pemerintah untuk Pencegahan PTM. 

Presiden Ghana dan Perdana Menteri Norwegia memimpin pertemuan ini saat Sesi ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Michael R. Bloomberg kembali diangkat sebagai Duta Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular untuk dua tahun.

WHO mengungkap sejumlah faktor risiko utama yang menyebabkan PTM. Mereka di antaranya penggunaan tembakau, pola makan tidak sehat, mengonsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, dan polusi udara. 

WHO juga merilis laporan terbaru, “Invisible Numbers: The true scale of noncommunicable diseases,” dan portal data terkait PTM. Portal tersebut, yang dapat diakses di ncdportal.org, pertama kalinya menyatukan semua data PTM WHO dari 194 negara.

Portal ini memungkinkan eksplorasi data pada empat PTM, yakni penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. Selain itu, portal ini juga dapat menunjukkan pendorong utama munculnya PTM serta faktor-faktor risikonya. 

Laporan dan portal tersebut memberikan gambaran sejauh mana beban PTM global dan faktor risiko-risikonya. Di sana juga dimunculkan kemajuan yang dibuat setiap negara dalam upaya mereka untuk memerangi penyakit dan kondisi ini. 

“Laporan ini mengingatkan skala sebenarnya dari ancaman yang ditimbulkan oleh PTM dan faktor risikonya,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam keterangan tertulis. 

“Ada intervensi PTM yang hemat biaya dan dapat diterapkan secara global yang setiap negara, terlepas dari tingkat pendapatannya, dapat dan harus gunakan dan ambil manfaat darinya, demi menyelamatkan nyawa dan menghemat biaya," katanya lagi. 

“Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit paru-paru kronis, dan kanker adalah pembunuh diam-diam terbesar di dunia,"  kata Michael R. Bloomberg, Pendiri Bloomberg Philanthropies and Duta Besar Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular. 

"Tetapi mereka sering dapat dicegah dengan investasi dalam intervensi yang terbukti dan hemat biaya,” katanya.

Seluruh negara anggota PBB telah berkomitmen mengurangi kematian dini akibat PTM hingga sepertiganya pada tahun 2030. Ini sebagai upaya untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Namun, hingga kini baru sedikit negara yang berada di jalur yang tepat untuk mencapainya. WHO mendesak upaya global kembali ke jalurnya guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan mengurangi kematian dini akibat PTM.***