Tiga Buronan Korupsi PT Pos Senilai Rp 9,4 M Diminta Serahkan Diri

Tiga Buronan Korupsi PT Pos Senilai Rp 9,4 M Diminta Serahkan Diri
Budhi Setyawan mantan Direktur ITE PT Pos, telah ditangkap tim Kejaksaan
Wjtoday, Bandung - Kejari Bandung berhasil menangkap Dua dari lima orang terpidana kasus korupsi pengadaan barang PT Pos Indonesia senilai Rp 9,4 miliar.

Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung masih memburu tiga orang lagi yang kini masih berstatus buron.

Kajari Bandung, Iwa Suwia Prabiwa menjelaskan bahwa dua orang ini diamankan, berdasarkan hasil penyidikan maksimal oleh tim Kejari Bandung.

"Ini sudah tertangkap dua orang. Insya Allah yang lainnya menyusul," ujar Kepala Kejari Bandung Iwa Suwia Prabiwa, Rabu (10/3).

Dirinya selaku Kajari Bandung, mengultimatum agar tiga orang terpidana lainnya untuk segera menyerahkan diri. .

"Kami harapkan dengan sistem ITE yang sekarang, tidak ada tempat lagi untuk bersembunyi bagi mereka yang seharusnya menjalankan hukuman tetapi masih berusaha menghindari, kami imbau untuk segera menyerahkan diri," terangnya.

Menurut Iwa, tim dari Kejari saat ini sudah memonitor keberadaan tiga orang yang buron tersebut. Menurutnya, bila tak menyerahkan diri, pihak Kejaksaan akan melakukan penangkapan.

"Kami sudah mengetahui, kami sudah memaping kami tinggal melakukan penangkapan. Kami dibantu juga oleh semua seluruh jajaran kejaksaan seluruh Indonesia termasuk AMC juga ikut membantu," kata dia.

Sebelumnya, Kejari Bandung menangkap satu orang buronan kasus korupsi PT Pos senilai Rp 9,4 miliar. Buronan bernama Budhi Setyawan ini ditangkap tim Kejaksaan gabungan di Jakarta.

Kasus yang melibatkan Budhi itu terjadi pada 2013. Budhi yang kala itu menjabat sebagai Direktur ITE PT Pos, melakukan tindak pidana korupsi pengadaan barang senilai Rp 9,4 miliar.

PT Pos kala itu menjalin kontrak dengan PT Datindo Infonet untuk pengadaan alat tersebut dan mengeluarkan dana hingga Rp 10,5 miliar. Dana itu didapat PT Pos dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengadaan barang itu dimenangkan oleh PT Dataindo Infonet Prima.

Belakangan terungkap pengadaan barang itu dipenuhi patgulipat. Dari 1.725 alat yang dibeli, banyak yang tidak berfungsi serta tidak sesuai spesifikasi. Seperti tidak ada GPS hingga daya baterai berdaya tahan rendah.Kejaksaan Agung yang mengendus kasus itu kemudian melacak dan menangkap sejumlah orang.

Ada lima tersangka dalam kasus ini. Direktur PT Dataindo Infonet Prima bernama Effendy Christine sudah lebih dulu dieksekusi. Sehingga penangkapan terhadap Budhi, menambah jumlah terpidana yang dieksekusi menjadi dua orang.