Tewasnya Seorang Nakes oleh KKB di Papua Mendapat Sorotan Publik

Tewasnya Seorang Nakes oleh KKB di Papua Mendapat Sorotan Publik
Ilustrasi kondisi sejumlah nakes usai insiden teror oleh KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (antara)

WJtoday, Bandung - Kasus kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, jadi sorotan publik. Seorang tenaga kesehatan (nakes) Gabriella Meilani meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Serangkaian aksi yang mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat tersebut telah berdampak setidaknya pada 11 orang nakes. Dari jumlah tersebut, sebagian mengalami luka-luka, sebagian lagi meninggal dunia dan beberapa di antaranya dinyatakan hilang.

Sekitar 250 tenaga kesehatan di Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua, menggelar aksi long march pada Kamis (16/9) sebagai ungkapan belasungkawa. Pun Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah menyampaikan lima pernyataan sikapnya.

Pertama, IDI menyesalkan kejadian tersebut dan turut berduka cita atas meninggalnya Gabriella. 

"Kedua, mengutuk keras semua tindakan kekerasan dan anarkis terhadap Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan yang sedang menjalankan tugas pengabdian dan kemanusiaan, yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan tidak dibenarkan menjadi sasaran semua tindak kekerasan," tulis IDI dalam keterangan resminya, yang dikutip pada Sabtu (18/9/2021).

Ketiga, meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik nakes ke tempat yang lebih aman. 

"Keempat, meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku tindak kekerasan dan anarkis agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, serta mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan tindakan cepat upaya pemulihan keamanan di seluruh Papua khususnya di Distrik Kiwirok," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala IDI Papua, Donald Aronggear juga mendesak Pemerintah Provinsi Papua dan TNI-Polri untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh tenaga kesehatan di sana.

Donald juga meminta kepada Pemprov berkoordinasi dengan dengan para tokoh agama, adat, dan juga tokoh masyarakat dalam menjaga mereka (tenaga kesehatan), khususnya saat menjalani tugas.

Begitu pula Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati. Ia turut menyesali peristiwa kekerasan oleh KKB tersebut.

“Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga keselamatan mereka menjadi hal yang utama. Terlebih lagi Indonesia masih berperang melawan pandemic Covid-19 dimana peran tenaga kesehatan sangat krusial,” ujar Widyawati, Kamis (16/9). 

Sementara, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memberikan peringatan kepada KKB di Papua untuk segera menghentikan aksi brutal yang tidak berkemanusiaan. Pernyataan itu disampaikan terkait aksi brutal KBB Papua hingga menewaskan tenaga kesehatan (nakes), Gabriella Meilani (22).

Terlebih lagi aksi-aksi kejahatan ini diarahkan kepada masyarakat sipil, fasilitas layanan publik, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

"KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas atas serangkaian aksi teror KKB," ucap Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/9).

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap para tenaga kesehatan (nakes), terlebih di daerah rawan konflik di Papua. 

Hal tersebut ia sampaikan menanggapi gugurnya Gabriela Meilan, seorang nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, setelah tempat kerjanya diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Atas kejadian tersebut, Puan meminta pemerintah daerah setempat untuk menarik para pelayan kesehatan yang bertugas di daerah rawan konflik ke tempat yang lebih aman.

"Seraya agar aparat TNI terus menumpas habis para teroris KKB. Supaya tidak ada Gabriela-Gabriela lain yang menjadi korban," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (17/9). 

Ia mengaku miris mendengar kabar Gabriela yang justru kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas kemanusaan. Tak hanya itu, Gabriela juga disebut dilecehkan dan dianiaya oleh KKB.

Padahal, menurut Puan, dalam situasi konflik apapun, para nakes bersama perempuan, anak dan jurnalis seharusnya merupakan pihak yang tidak boleh menjadi sasaran kekerasan. 

"Tapi Gabriela adalah seorang nakes dan juga seorang perempuan yang justru mendapat tindakan tidak manusiawi oleh teroris KKB, bahkan di saat dia menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya. Ini kekerasan paling biadab!," tegas Puan. 

Usai tindakan pembakaran dan perusakan, Pasukan TNI-Polri terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan teror di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Baku tembak itu terjadi setelah pasukan gabungan TNI-Polri melakukan penyusuran dan mengejar KKB.

Kejadian itu setelah KKB pimpinan Lamek Taplo melalukan penyerangan, pembakaran dan pembunuhan tenaga kesehatan di distrik tersebut. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menjelaskan, saat melakukan penelusuran, pasukan gabungan TNI-Polri mendapat tembakan dari KKB pimpinan Lamek Taplo.

Pasukan gabungan TNI-Polri pun membalas. Sehingga baku tembak tak bisa dihindarkan. Dalam baku tembak itu, satu anggota KKB tewas. Sedangkan dua orang lainnya mengalami terluka.

“Anggota KKB yang meninggal dunia atas nama Elly M Bidana yang mengklaim dirinya sebagai Komandan Operasi KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo,” ungkap Kamal dalam keterangannya, Jumat (17/9).  ***