Terungkap! Irjen Napoleon Suruh Tahanan Buat Surat Pencabutan Laporan dari M Kece

Terungkap! Irjen Napoleon Suruh Tahanan Buat Surat Pencabutan Laporan dari M Kece
Irjen Napoleon Bonaparte./Twitter

WJtoday, Jakarta - Beredar surat terbuka yang berisi permintaan pencabutan laporan polisi terhadap Irjen Pol Napoleon Bonaparte dari tersangka kasus dugaan penistaan agama, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece atau M Kece. 

Surat tersebut ditulis tangan dan dibubuhi materai 10.000 lengkap dengan tanda tangan Kece.

Dalam surat itu disebutkan jika telah terjalin kesepakatan damai antara Kece dan Napoleon. Kece pun menyutujui tidak melanjutkan perkara. Ada pun surat ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Andi Rian memastikan jika surat tangan itu bukan buatan Kece. Melainkan tulisan seseorang suruhan Napoleon. 

"Surat itu bukan dibuat oleh korban MK (M Kece), tapi oleh salah satu tersangka (tersangka penganiayaan M Kece) atas perintah NB (Napoleon), kemudian korban disuruh tanda tangan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi melalui keterangannya dikutip Minggu (10/10/2021).

Atas dasar itu, penyidik tidak akan menghentikan kasus yang berjalan. Namun, Andi tidak bisa memastikan apakah perbuatan Napoleon kali ini bisa memberatkan hukuman. 

“Penyidik hanya bertugas menyajikan fakta dan bukti, bukan untuk menjatuhkan hukuman berat atau ringan,” papar Andi.

Dalam suratnya , M Kece menulis pengajuan permohonan pencabutan atau penarikan laporan polisi nomor: LP/B/0510/VIII/2021/ tanggal 26 Agustus 2021. M Kece melaporkan Irjen Napoleon Bonaparte terkait penganiayaan.

"Kami telah sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Saya anggap perkara sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan," demikian surat M Kece yang ditulis tangan pada 3 September 2021 yang ditujukan pada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Sebelumnya, Polri menyebut M Kece hanya menyampaikan permintaan maaf kepada Irjen Napoleon. M Kece takut dianiaya lagi oleh jenderal bintang dua itu.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu mengeroyok M Kece di dalam kamar selnya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri pada Kamis dini hari, 26 Agustus 2021. Wajah dan badan M Kece dilumuri kotoran manusia hingga dipukul.

Keesokan harinya pukul 15.00 WIB, Irjen Napoleon kembali menganiaya M Kece seorang diri. Motif pengeroyokan dan penganiayaan itu karena tidak terima agama Islam dihina.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri resmi menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

“Sesuai laporan hasil gelarnya demikian (Napoleon ditetapkan tersangka),” kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Rabu (29/9).

Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan M Kece. Mereka yakni terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Tjandra, Irjen Napoleon, tahanan kasus uang palsu, DH; narapidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), DW; narapidana kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT; dan narapidana kasus perlindungan konsumen, HP.

Napoleon ditetapkan tersangka bersama 4 orang lainnya. Mereka dipersangkakan Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Dia terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.***

Viral Surat Kece Minta Laporan Dicabut