Terungkap! Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke 2 Jenderal Polisi soal Penghapusan Red Notice

Terungkap! Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke 2 Jenderal Polisi soal Penghapusan Red Notice
Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke 2 Jenderal Polisi soal Penghapusan Red Notice
WJtoday, Jakarta - Tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra telah selesai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareksrim Mabes Polri.

Terkait kasus penghapusan red notice yang melibatkan dua jenderal polisi, Djoko Tjandra diperiksa selama 7 jam.

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra mengakui perbuatannya memberikan uang ke eks Kadiv Hubinter, Irjen Napoleon Bonaparte dan eks Kakorwas PPNS Bareskrim, Brigjen Prasetijo Utomo. Namun, penyidik belum membeberkan jumlah total uang yang diberikan.

“Hasil pemeriksaan kami tidak bisa sampaikan secara keseluruhan apalagi terkait nominalnya karena kita masih berproses dan JTS (Djoko Tjandra) memang sudah mengakui itu telah memberikan sebanyak uang tertentu pada para tersangka,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/8).

Awi menuturkan, pihaknya juga menghadirkan barang bukti uang yang diserahkan Djoko Tjandra dalam pemeriksaan. Namun, polisi belum membeberkan jumlah uang yang diberikan. Nantinya, penyidik akan mengungkap ke publik secara mendalam.

“Barang bukti selama ini disita dihadirkan dalam pemeriksaan,” ujar Awi.

Sebelumnya dalam perkara penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol, Bareskrim Polri telah menetapkan 4 tersangka. Yakni Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Prasetijo Utomo, serta seseorang yang disebut sebagai pengusaha, Tommy Sumardi.

Djoko Tjandra diduga memberikan uang senilai 20 ribu Dolar AS ke Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo untuk penghapusan red notice dirinya agar bisa leluasa selama kabur.

Uang tersebut diberikan lewat tersangka Tommy Sumardi, seorang pengusaha asal Medan.***