Termasuk Jabar, BOR RS Covid-19 di Sejumlah Provinsi Alami Tren Penurunan

Termasuk Jabar, BOR RS Covid-19 di Sejumlah Provinsi Alami Tren Penurunan
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Jakarta -  Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan persentase keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah daerah mengalami tren penurunan, termasuk di Jawa Barat.

"Saya sangat apresiasi capaian ini karena,  artinya pemerintah daerahnya menekan beban berat tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit selama beberapa pekan terakhir," kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan Covid-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB, Selasa (3/8/2021).

Menurut Wiku, laporan BOR yang sempat menyentuh angka 77,07 persen pada 11 Juli 2021, perlahan menunjukkan penurunan menjadi 75,9 persen selama tiga pekan terakhir. Kemudian persentasenya kembali menurun ke angka 70,6 persen dan di pekan terakhir menjadi 61,95 persen.

Ditambahkannya, penurunan persentase BOR sejalan dengan penurunan kasus aktif selama dua pekan terakhir dari yang sebelumnya mencapai 18,84 persen menjadi 18 persen dan terus turun menjadi 15,55 per per tanggal 1 Agustus 2021.

Baca juga: Fakta, Gejala, hingga Cara Mencegah Varian Delta Plus

Wiku mengatakan penurunan BOR nyata terlihat pada situasi di Wisma Atlet Jakarta yang saat ini persentase huniannya ada di angka 31,34 persen.

"Jika dilihat pada perkembangan di tingkat provinsi, penurunan kasus aktif dan BOR secara bersamaan terjadi di 14 provinsi," sebutnya.

Provinsi yang dimaksud adalah Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat.

Beberapa provinsi juga mencatatkan penurunan BOR cukup signifikan seperti Provinsi DKI Jakarta yang mengalami penurunan sebesar 21,55 persen dan provinsi Banten yang turun sebesar 20,57 persen dalam sepekan terakhir.

"Hal ini menunjukkan walaupun varian Delta ini sangat mudah menular, namun daya lawan seluruh pemerintah dan masyarakat dengan upaya kolaboratif nyatanya efektif dalam menghadapinya," pungkasnya.  ***