Tercatat 351 RS Swasta Terdaftar Layani Pasien Covid-19, Tunggakan Klaim Mendekati Rp10 Triliun

Tercatat 351 RS Swasta Terdaftar Layani Pasien Covid-19, Tunggakan Klaim Mendekati Rp10 Triliun
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) berharap klaim pengajuan untuk layanan pasien Covid-19 tidak memenuhi kendala. Alhasil,  klaim bisa dibayarkan oleh pemerintah.

Ichsan Hanafi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), menuturkan, proses pengajuan klaim Rumah Sakit (RS) untuk layanan pasien Covid-19 saat ini lancar.

Makanya, ia berharap klaim rumah sakit yang sudah terverifikasi  segera dicairkan, agar arus kas dari rumah sakit yang bersangkutan tidak terganggu.

"Sepertinya dekat-dekat ini akan ada pembayaran untuk beberapa rumah sakit. Untuk rumahsakit yang sudah lolos verifikasi ada yang belum dibayar Mungkin anggaran pemerintah masih terbatas," harap Ichsan melalui keterangannya, dikutip Rabu (6/10/2021).

Asosiasi rumah sakit sendiri sudah mengumpulkan data dari para anggota yang sebanyak 351 rumahsakit. Tercatat jumlah klaim dari seluruh rumahsakit tersebut sebanyak kurang dari Rp 10 triliun. Jumlah tersebut berasal dari klaim tunggakan dari tahun lalu dan tahun sekarang.

Tapi ia memberi catatan jumlah klaim tersebut hanya rumahsakit yang menjadi anggota ARSSI saja. Adapun total klaim rumah sakit swasta dipastikan lebih dari Rp 10 triliun. Mengingat jumlah rumah sakit swasta yang terlibat melayani penyakit virus Covid-19 hampir 1.600 rumah sakit.

Kendala lain terkait klaim yang belum terbayar, kata Ichsan adalah persoalan dispute data. Yakni adanya ketidaksesuaian data yang ada di rumahsakit dengan yang diminta pemerintah.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir memberi contoh saat ada pasien Covid-19 ada komorbid penyakit diabetes. Tetapi tidak ada tindakan untuk penyakit komorbid. 

"Ini namanya dispute," sebutnya.***