Temui Massa Aksi May Day Fiesta di GBK, Kapolri: Berkat Buruh, Ekonomi RI Stabil

Temui Massa Aksi May Day Fiesta di GBK, Kapolri: Berkat Buruh, Ekonomi RI Stabil
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

WJtoday, Jakarta - Aksi massa bertajuk 'May Day Fiesta' 2022 berlangsung di dua tempat berbeda, pagi tadi massa memadati Gedung DPR RI.  Puncaknya puluhan ribu buruh memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (14/5/2022). 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung untuk bertemu massa aksi, Sigit mengapresiasi kinerja buruh yang menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil. 

"Berkat kerja sama rekan-rekan semua di masa sulit saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia, semakin membaik," katanya di GBK, Sabtu (14/5/2022).

Indonesia berada di atas 5 persen. Pencapaian ini lebih baik dibanding negara-negara maju lain yang masih terpuruk akibat pandemi.

"Ini semua adalah berkat partisipasi, kerja keras, keringat rekan-rekan buruh semua," tegasnya.

Tidak lupa ia menyerukan kalimat 'hidup buruh' secara bersama-sama dan mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional.

"Saya selaku Kapolri mewakili seluruh institusi Polri dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh rekan-rekan buruh baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Semoga buruh semakin sejahtera," katanya.

Di sisi lain, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, dengan massa 50 ribu, buruh bisa menunjukan aksi tertib, damai tidak anarkis dan demokrasi yang dewasa. 

"May Day itu waktunya buruh bersuka ria, bergembira sambil menyampaikan tuntutan. Buruh bisa membuktikan menyuarakan tuntutan tidak ada aksi anarkis dan bakar-bakaran," tegasnya.

Andi Gani yang juga Pimpinan Buruh ASEAN (ATUC) ini menuturkan, ada 18 tuntutan yang diajukan dalam aksi May Day Fiesta. Namun, ada tiga yang dikedepankan.

Pertama, menolak revisi UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

"Karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan metode Omnibus Law UU Cipta Kerja, tanpa memperbaiki substansi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi pada keputusan sebelumnya," jelasnya. 

Kedua, meminta agar Klaster Ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja. Ketiga, menolak revisi UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh. 

"Namun, kami juga mengapresiasi aturan tentang Jaminan Hari Tua (JHT) sudah dirubah dan memihak buruh," ujarnya.

Adapun acara bertajuk 'May Day Fiesta ' ini digelar oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang merupakan gabungan dari 4 konfederasi yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).***