Tanggapan Ustadz Abdul Somad Soal Penistaan Agama dan Desakan Tangkap Dirinya

Tanggapan Ustadz Abdul Somad Soal Penistaan Agama dan Desakan Tangkap Dirinya

WJtoday, Bandung - Pasca penangkapan M. Kece dan Ustaz Yahya Waloni, nama Ustadz Abdul Somad atau UAS  kerap dikaitkan juga dengan dugaan penistaan agama.

Bahkan sejumlah pihak meminta agar UAS ditangkap, mereka juga mendesak UAS diproses hukum.

Atas hal tersebut UAS memberikan tanggapan mengenai kegiatan ceramah keagamaannya.

“Saya menjelaskan tentang akidah agama saya, di tengah komunitas umat Islam di dalam rumah ibadah agama saya,” kata UAS dalam keterangannya melalui video hasil rekaman dari sebuah media televisi tertentu dalam sebuah acara konferensi pers dikutip (4/9/2021).

“Kalau ada yang tersinggung dengan penjelasan saya apakah saya harus meminta maaf,” lanjutnya.

Kemudian UAS mencontohkan ceramah yang dimaksud hanya ditujukan untuk umat Islam dalam mempertajam akidah.

“Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga,” kata UAS.

“Saya jelaskan itu di tengah umat Islam,” imbuh pria 44 tahun itu.

Ustaz Abdul Somad kemudian mempertanyakan, apakah dengan memberikan ceramah ke kalangan umat Islam seperti itu dirinya harus melontarkan permintaan maaf.

“Otomatis orang yang mendengarkan itu tersinggung apa tidak? Apakah saya harus minta maaf? Terjawab sudah, karena itu ajaran saya,” ujar UAS.

“Kalau saya minta maaf, ayat itu harus dibuang. Na’udzubillah,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa tak mungkin pihaknya dapat mengendalikan sampai mana ceramah itu akan menyebar.

Sebab dalam kegiatan ceramahnya, ia pun tak mungkin meminta para jemaah untuk mematikan handphone atau melarang jemaah untuk merekam isi ceramahnya.

“Tak mungkin saya buat perjanjian dulu. Payah sekali sekali kalau ceramah sekarang kalau harus begitu,” imbuhnya.

Tayangan video tersebut sontak mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Mayoritas menyatakan dukungannya terhadap pernyataan tersebut.***