Taliban Dianggap Tak Ada Kaitan dengan Kelompok Radikal di Indonesia

Taliban Dianggap Tak Ada Kaitan dengan Kelompok Radikal di Indonesia
Taliban rayakan kemenangan setelah pasukan AS mundur dari Afghanistan (31/8/2021)./france24

WJtoday, Jakarta - Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi keterkaitan langsung Taliban dengan kelompok radikal di Indonesia. 

Menurut Kadir, kelompok radikal di Indonesia hanya berkaitan dengan Al-Qaeda dan Islamic State (ISIS).

"Dari berbagai informasi dan dari berbagai instansi, kami sejauh ini belum memperoleh informasi adanya keterkaitan langsung antara Taliban dan kelompok-kelompok terorisme di Indonesia," ucap Kadir dalam diskusi virtual Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), Jumat (3/9/2021).

"Keterkaitan internasional kelompok-kelompok radikal di Indonesia hanya dapat ditemukan dengan Al-Qaeda dan ISIS," imbuhnya.

Namun, Kadir meminta Indonesia tetap waspada. Ini dikarenakan kemungkinan ada sebagian kelompok di Indonesia yang terinspirasi dengan kemenangan Taliban.

"Kita tidak bisa mengingkari potensi kemenangan Taliban menjadi sumber inspirasi kelompok tertentu. Meskipun, Taliban tidak menjalin hubungan dengan apapun," imbuh dia.

Ia mengatakan, Taliban memang dekat dengan Al-Qaeda, namun mereka berbeda. Menurut Kadir, Taliban dan Al-Qaeda hanya memiliki hubungan tradisional yang erat.

Menurutnya, perbedaan itu terlihat dari motivasi Taliban yang berjuang untuk melawan pendudukan asing di Afghanistan.

"Taliban mengedepankan identitasi budaya Pashtun, menegakkan ketertiban dan keamanan yang tercabik-cabik oleh perang saudara di Afghanistan selama ini," serunya.

Sedangkan Al-Qaeda, kata Kadir, memiliki ideologi bersifat transnasional. Menurutnya, visi politik keduanya ini sangat berbeda.

Sementara itu, Taliban dan Al-Qaeda tidak berhubungan baik dengan ISIS. Bahkan, keduanya berperang sejak beberapa tahun lalu.

"Taliban bagi ISIS dianggap sebagai rival yang terjebak dalam semangat nasionalisme Afghanistan. Mereka juga menolak sikap Taliban yang bersedia berunding dengan Amerika Serikat," serunya.

Karenanya, kata Kadir, ISIS dan Taliban tidak memiliki keterikatan.***