Tak Mampu Bertahan, Sejumlah Hotel di Bandung Dijual

Tak Mampu Bertahan, Sejumlah Hotel di Bandung Dijual
ilustrasi kamar hotel
WJtoday, Bandung - Hampir satu tahun, Pandemi Covid-19 menyelimuti seluruh Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, Pandemi Covid-19 juga menyelimuti seluruh penjuru dunia. Hampir semua sektor terdampak Pandemi, termasuk ekonomi yang sangat terdampak besar.

Tak bisa dielakkan sektor ekonomi dan hal hal yang berkaitan dengan ekonomi anjlok di masa pandemi. Upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 telah menciptakan pengurangan hingga pelarangan aktivitas masyarakat.

Baru-baru ini diduga akibat tekanan pandemi, pengusaha di Bandung ramai menjual propertinya, termasuk hotel.  

Dikutip dari situs dotproperty.id, hotel kelas melati hingga hotel berbintang yang sudah cukup dikenal wisatawan tersebut dijual dengan harga puluhan juta hingga ratusan miliar. 

Hotel melati yang ditawarkan di situs tersebut diantaranya The Naripan seharga Rp47 miliar. Kemudian hotel berbintang ada Grand Serela Setiabudhi Rp320 miliar, Hotel Gino Feruci di Jalan Braga senilai Rp239 miliar, Dago Highland Resort Bandung Rp150 miliar, Hotel Serela Riau Rp260 miliar, dan lainnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muhtar mengakui, tidak sedikit pengusaha yang memilih menjual hotel lantaran tingginya biaya operasional. Mereka menjual hotel mayoritas karena sudah tidak kuat lagi dengan kondisi saat ini.

"Mungkin karena sudah sangat tertekan sejak pademi mulai terjadi tahun lalu. Mereka enggak kuat lagi membayar biaya operasional atau tanggungan terhadap perbankan. Jadi gak ada cara lain," kata Herman, Selasa (16/2/2021).

Tidak sedikit pengusaha yang menawarkan hotelnya di situs jual beli online. Bahkan, banyak pengusaha yang sebenarnya menjual secara diam diam. Dia memprediksi, jumlahnya jauh lebih banyak.

Menurut dia, harga jual hotel yang ditawarkan pengusaha juga tergolong lebih murah dari harga rata rata. Walaupun begitu, tidak mudah menjual hotel seharga puluhan hingga ratusan miliar, saat kondisi pandemi seperti ini.

Kendati begitu, fenomena menjual hotel tak hanya terjadi di Bandung saja. Beberapa daerah di Jabar atau tempat wisata juga melakukan hal serupa. Seperti di Bali, Yogyakarta, Jakarta, dan lainnya.

"Ini hampir terjadi di beberapa daerah. Karena okupansi memang masih sangat rendah. Sementara biaya operasional tetap tinggi dan belum ada kepastian sampai kapan pandemi berakhir," imbuh Herman.***