Tak Ada yang Aman dari Covid-19 sampai Semua Orang Aman

Tak Ada yang Aman dari Covid-19 sampai Semua Orang Aman
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, tidak ada yang terbebas dari resiko Covid-19 sampai semua orang dinyatakan bebas dari virus corona.

Oleh karenanya, dibutuhkan komitmen dan langkah bersama untuk mewujudkan Indonesia bebas dari pandemi.

"Tidak ada yang aman dari Covid-19 sampai semua orang aman," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan virtual dalam Kongres Kebangsaan yang ditayangkan YouTube MPR GO ID, Kamis (28/10/2021).

Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 mengajarkan semua orang tentang posisi sentral sebagai makhluk sosial.

Sebagai makhluk sosial, setiap orang tak bisa selamat sendirian jika semuanya tidak diselamatkan. Ia mengatakan, pandemi bukan membutuhkan solusi individual, melainkan jalan keluar bersama.

Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada semua orang tentang pentingnya saling mengingatkan dan membantu, termasuk dalam disiplin protokol kesehatan.

"Kita harus menggunakan masker setiap saat, kita sakit kita harus mengisolasi diri. Hal ini bukan hanya agar kita tidak terkena Covid-19 dan bisa segera sembuh, tetapi itu harus kita lakukan agar kita tidak menularkan ke orang lain," ujarnya.

Pandemi, kata Jokowi, mengajarkan semua pihak tentang moralitas dan etika, keseimbangan antara kebebasan individu dengan stabilitas sosial dan kepentingan bersama.

Pandemi juga mengajarkan tentang keseimbangan demokrasi dengan pemerintahan dan pelayanan yang efektif, tentang keseimbangan antara pengawasan dan audit dengan fleksibilitas dan kecepatan.

Tak hanya itu, lanjut Jokowi, pandemi juga mengajarkan semua pihak untuk selalu merujuk kepada kaidah ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi terbaru.

"Kecepatan untuk menyediakan vaksin dan obat-obatan menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Jokowi.

"Serta pentingnya kemandirian ekonomi dan produksi yang dilandasi dengan institusi pendidikan dan penelitian yang kuat dan SDM yang unggul," tuturnya.***