Tahun 2022 Suhu Politik Meningkat, Jabar Cenderung Tetap Kondusif dan Stabil

Tahun 2022  Suhu Politik Meningkat, Jabar Cenderung Tetap Kondusif dan Stabil
Kondisi politik di Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar Indonesia menjadi barometer pembangunan politik dan demokrasi di Indonesia. (Ilustrasi)

WJtoday, Bandung  - Tahun 2022 adalah tahun yang akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain diperkirakan pandemi Covid-19 masih menerpa, tahun 2022 sebagai tahun konsolidasi politik menjelang pemilu serentak pada tahun 2024.

“Ini akan berdampak pada peningkatan eskalasi serta suhu politik termasuk di Provinsi Jawa Barat,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar, Iip Hidayat kepada media di Kantor Badan Kesbangpol Jabar, Bandung,( 31/12/21)

Namun demikian, lanjut Iip, situasi dan kondisi Jabar pada tahun 2022 cenderung akan tetap kondusif dan stabil. Hal ini terlihat selama tahun 2021 kondisi dinamika sosial dan politik Jabar relatif kondusif dan stabil di tengah kondisi pandemi Covid-19  yang masih melanda.

Pandemi global Covid-19 telah berdampak kepada hampir seluruh sektor kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial dan budaya secara nasional, termasuk di dalamnya provinsi Jawa Barat.

“Konflik sosial dan potensi konflik yang muncul akibat dinamika yang terjadi pada masyarakat ataupun yang muncul akibat pandemi covid 19 selama tahun 2021, relatif dapat terselesaikan serta menunjukkan kecenderungan menurun secara angka kasus yang terjadi,” jelas Iip.

Kondisi politik Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar Indonesia tentunya menjadi barometer pembangunan politik dan demokrasi di Indonesia.

Stabilitas politik tercipta dari semakin positifnya komunikasi politik antara infrastruktur politik dan suprastuktur politik di provinsi Jawa Barat, serta aktor-aktor politik lainnya dalam rangka pembangunan politik dan demokrasi yang lebih baik bagi provinsi Jawa Barat.

Di sisi lain, hubungan sosial dan politik antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terjalin dengan baik dimana aspirasi masyarakat di dengar dan diterjemahkan ke dalam berbagai program pembangunan selama tahun 2021.

Sementara itu, Kerukunan sosialpun terjalin dengan baik yang ditandai dengan rendahnya konflik sosial yang terjadi selama tahun 2021 di Wilayah Provinsi Jabar.
Kondisi kerukunan antar umat bergama relatif kondusif walau masih terdapat konflik-konflik dengan intensitas yang kecil. 

“Relatif bisa diselesaikan dengan mediasi dan dialog antar pemangku kepentingan hingga konflik tidak melebar menjadi intensitas dan skala yang lebih besar dan meluas,” ujar Iip.

Terciptanya suasana yang aman dan kondusif di Jabar selama tahun 2021 juga tidak lepas dari peran aktif Forum Mandatory Bakesbangpol Jabar yaitu, FKUB, FKPT, FKDM, serta FPK sebagai mitra strategis Bakesbangpol Jabar.

“Peran dan dukungan partai politik, ormas dan seluruh komponen masyarakat Jabar adalah kunci penting terciptanya stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang aman dan kondusif selama tahun 2021,” jelas Iip.

Harapan akan bangkitnya kembali kehidupan ekonomi serta pembangunan politik dan demokrasi yang lebih baik di tahun 2022 menjadi fokus perhatian semua komponen masyarakat Jabar bersama dengan pemerintah daerah, termasuk di dalamnya Badan Kesbangpol Jabar.

“Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Jabar untuk tetap menjaga kondusifitas dan dinamika politik serta keamanan di wilayah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022,” pungkas Iip.***