Survei Kapasitas Capres 2024: Anies Tertinggi, Disusul Ridwan Kamil

Survei Kapasitas Capres 2024: Anies Tertinggi, Disusul Ridwan Kamil
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (twitter)

WJtoday, Jakarta - LEMBAGA Arus Survei Indonesia (ASI) bersama Sociomap merilis hasil survei pakar Selasa (13/7/2021) di Jakarta. Survei yang dilakukan adalah survei pakar atau public opinion makers (POM) survey. ASI dan Sociomap melakukan survei bertema "Menimbang Kapasitas Capres 2024".

Ada 9 aspek yang dinilai dari capres yaitu: visi dan intelektualitas, rekam jejak, karakter-integritas, skill komunikasi, kemampuan mengambil keputusan tepat, skill mengelola birokrasi, skill mengelola krisis, kemampuan memenuhi janji, dan kemampuan kerja sama dengan Dewan Perwakilan rakyat.

Berdasarkan temuan survei kedua lembaga tersebut, dari nilai total sembilan aspek yang diukur, Anies Baswedan dianggap sebagai Capres dengan ukuran kapasitas paling tinggi dengan nilai (75.44) di urutan pertama. 

Urutan selanjutnya adalah Ridwan Kamil (74,93), Ganjar Pranowo (74,8), Khofifah Indar Parawansa (69,79), Moh.Mahfud MD (69,42), Sandiaga Uno (69,15), dan Erick Thohir (66,98). 

Nama-nama tersebut masuk dalam tujuh besar urutan kapasitas hasil survei ini. Secara keseluruhan, ada 23 nama Capres yang diukur dalam survei tersebut. Direktur Arus Survei Indonesia Ali Rif’an mengatakan, survei itu dilakukan karena perlu adanya pengukuran kemampuan Capres selain soal elektabilitas.

"Selama ini kan kebanyakan survei capres soal elektabilitas. Waktu masih 3 tahun lagi. Kita perlu membahas soal kapabilitas Capres karena mengurus negara berpenduduk 270 jiwa tentu butuh kecakapan lebih. Elektabilitas saja tidak cukup jadi perlu pengukuran kapasitas atau kompetensi" kata Ali.

Direktur Eksekutif Sociomap Ahmad T Wibowo menegaskan, aspek-aspek yang dinilai dalam survei adalah kemampuan mendasar dan penting yang harus ada dalam diri seorang presiden. 

"Aspek-aspek yang dinilai ini ada 9. Ini adalah aspek penting yg perlu ada dalam diri seorang presiden. Dari soal Visi, Track Record, Integritas hingga kemahiran kerjasama politik dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Semuanya kita ukur karena menyangkut kapasitas dan kompetensi seorang presiden" jelas Bowo.

Ia menjelaskan, para pakar yang disurvei berasal dari 10 kategori profesi yang berbeda dan berasal dari lintas bidang keilmuan. Sepuluh kategori pakar tersebut adalah akademisi, jurnalis, peneliti, partai politik, LSM, pengusaha, aktivis mahasiswa / pemuda, budayawan, profesional, dan praktisi pemerintahan. 

“Pakar yang kami survei untuk memberi penilaian soal kapasitas ini berasal dari lintas profesi dengan lintas bidang keilmuan. Ada sepuluh kategori profesi pakar yang kami minta memberi penilaian. Para pakar ini adalah orang-orang mapan dan kelas intelektual terdidik yang eksklusif sehingga perspektifnya kita perlukan” paparnya menjelaskan.

Profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lili Romli, mengapresiasi survei pakar ini karena menurutnya ada pendidikan politik dalam metodologi survei pakar ini. 

“Saya mengapresiasi survei ini. Karena survei pakar ini ada pendidikan politiknya. Yang ditanya para pakar dan yang disurvei bukan hanya soal elektabilitas saja tapi soal kapasitas Capres. Kapasitas itu soal penting bagi saya” katanya.  ***