Survei IPO: Elektabilitas AHY Meningkat Paling Signifikan

Survei IPO: Elektabilitas AHY Meningkat Paling Signifikan
Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY. (kompas.com)

WJtoday, Bandung - Survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada Sabtu (14/8/2021) menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY, sebagai tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas paling signifikan.

Menurut survei IPO, peristiwa yang sama juga dialami oleh Erick Thohir dan Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

"AHY sangat menonjol, survei April lalu dia berada di angka 7,1%, meningkat tajam ke 9.9%, mengungguli Prabowo Subianto dan Ridwan Kamil yang sebelumnya masih di posisi atas," jelas peneliti utama IPO Catur Nugroho.

Lebih lanjut, Catur menjelaskan bahwa Erick Thohir meningkat dari posisi 0,8% menjadi 4,7% dan Zulkifli Hasan dari 0,7% meningkat ke 1,9%.

"Situasi ini menarik karena mereka belum sepenuhnya mempromosikan diri," tutur dia.

Menurut analisa Catur, pergerakan elektabilitas tokoh di luar nama-nama dominan dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya karena adanya penurunan respons terhadap tokoh yang selama ini populer seperti Prabowo Subianto yang semakin merosot, demikian halnya Ridwan Kamil yang ikut menurun.

"Temuan IPO ini menunjukkan kegagalan promosi elite politik, meskipun AHY juga melakukan promosi dan konsolidasi, tetapi posisinya di luar pemerintah mendapat pemakluman publik sehingga mampu mengungguli tokoh yang agresif beriklan," kata Catur.

Dia menilai, Erick Thohir dan Zulkifli Hasan adalah elite yang belum menghidupkan mesin popularitas, tetapi justru popularitas mereka tumbuh signifikan.

Pada simulasi 20 nama nominasi tokoh untuk Pilpres 2024, Anies Baswedan menempati urutas puncak dengan angka 18,7%, Ganjar Pranowo 16,5%, Sandiaga Uno 13,5%, AHY 9,9%, Prabowo Subianto 7,8%, Ridwan Kamil 6,2%, Erick Thohir 4,7%, dan Tito Karnavian 3,6%.

"Sementara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengalami perubahan dari periode April dengan perolehan 1,5%, meningkat ke 2,5%," ungkapnya. 

Survei IPO berlangsung pada 2-10 Agustus 2021 dengan sampling error sebesar 2,50% dan tingkat akurasi data 97%.

Catur menjelaskan, setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat. Survei ini mengambil representasi sample sejumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.  ***