Sumedang Sering Terjadi Kekurangan Air Bersih saat Puncak Kemarau

Sumedang Sering Terjadi Kekurangan Air Bersih saat Puncak Kemarau
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat hemat air. (ist)

WJtoday, Sumedang - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat hemat air. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sumedang, Adang menyebut, berdasarkan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bulan Agustus diprakirakan menjadi puncak kemarau di Kabupaten Sumedang. 

"Hemat air, gunakan air secukupnya, sebab di Sumedang sering terjadi kekurangan air bersih," ujar Adang, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (12/8/2022).

Lebih jauh Adamg menyebutkan, pihaknya juga sudah memetakan wilayah-wilayah yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau, mulai dari daerah di pusat kota Sumedang hingga ke arah Timur. 

"Ada di sekitar wilayah kota seperti Jatihurip, Cipadung, terus ke Timur seperti Tegal Sari, Cijeler, Jatinunggal. Biasanya wilayah itu kalau kemarau kesulitan air," jelasnya.. 

Menurut Adang selain berhemat air, masyarakat lebih baik menyimpan cadangan air dalam bak-bak tertutup. Bak cadangan air yang tertutup tidak akan menjadi sarang nyamuk. 

Pihaknya, juga mengantisipasi kekurangan air bersih dengan skema suplai air bersih. Meski secara anggaran, BPBD tak punya biaya. 

"Anggaran suplai air, tahun ini kami juga tak tersedia. Mungkin itu kami kerjasama dengan desa atau kecamatan yang mereka dekat dengan posisi kerawanan," sebut Adang. 

Namun demikian, Adang mengungkapkan, masih berdasarkan prediksi BMKG, Bulan September diperkirakan bakal mulai turun hujan lagi. Perkiraan itu tentunya membuat lega.

"BMKG menginformasikan Agustus puncak kemarau, tapi September ada hujan lagi," pungkasnya.  ***