Soal Tersangka Unlawful Killing Laskar FPI, Kabareskrim: Tunggu Gelar Perkara

Soal Tersangka Unlawful Killing Laskar FPI, Kabareskrim:  Tunggu Gelar Perkara
Komjen Pol Agus Andrianto.
Wjtoday, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum)  Bareskrim Polri masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap enam orang laskar khusus FPI oleh anggota Polda Metro Jaya.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, kasus unlawful killing tersebut masih dalam proses penetapan tersangka.

"Setahu saya sedang berproses (penetapan tersangka) karena sudah pemaparan awal langkah-langkah pekerjaan yang dilakukan," kata Agus, Sabtu (6/3).

Agus menekankan penetapan tersangka dalam kasus ini masih menunggu hasil gelar perkara lanjutan. Hal itu menyusul status ketiga personel Polda Metro Jaya yang saat ini masih sebagai terlapor.

"Biasa untuk peningkatan ke penyidikan akan ada gelar lanjutan," terangnya.

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian menyebut kasus ini masih tahap penyelidikan dan pihaknya masih mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Kita sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun dan melengkapi," ujar dia.

Lebih jauh Brigjen Andi mengatakan sejumlah bukti permulaan sudah dikantongi oleh pihaknya. Pekan depan, Bareskrim sendiri berencana akan melakukan gelar perkara dalam kasus tersebut.

"Minggu depan kami gelar (untuk) naik sidik (penyidikan)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian

Perkara itu diusut sesuai instruksi Kapolri untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM terkait rentetan peristiwa penembakan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek. Ada tiga anggota Polda Metro Jaya yang dilaporkan karena membawa empat laskar FPI di mobil hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia

Polisi menerapkan Pasal tentang pembunuhan dan penganiayaan sebagai dasar penyelidikan.

 "Pasal 351 ayat 3 dan Pasal 338. Tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan mati," kata Andi.

Adapun bunyi Pasal 351 ayat 3 adalah "Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun."

Kemudian bunyi Pasal 338 adalah "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun."