Soal KAMI, Megawati: Banyak yang Ingin Jadi Presiden

Soal KAMI, Megawati:  Banyak yang Ingin Jadi Presiden
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
WJtoday.com - Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendapat sorotan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Megawati  menanggapi perihal deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Megawati menduga, pihak yang membentuk KAMI ingin menjadi presiden.

"Ini kemarin-kemarin ini ada pemberitaan, ada orang yang membentuk KAMI. Wah itu kayaknya banyak yang ingin jadi presiden," ujar Megawati saat memberi pengarahan pada sekolah partai calon kepala daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8).

Megawati menilai daripada membentuk organisasi seperti KAMI, orang-orang tersebut lebih baik membentuk partai. Sebab, sistem di Indonesia mengharuskan mereka yang ingin ikut pemilu, baik pilpres atau pilkada wajib memiliki dukungan parpol.

"Saya mikir, daripada bikin kayak gitu, kenapa ya enggak dulu cari partai. Karena peraturan di RI itu ketatanegaraan, tata pemerintahan, termasuk pilkada dan pemilu, maka orang perlu cari partai, dukungan, usungan," lanjut Megawati.

Lebih lanjut, kepada para calon kepala daerah PDIP, Megawati mengatakan harusnya mereka bersyukur sudah masuk PDIP. Sebab, banyak orang yang tak berpartai ingin masuk kontestasi pemilu dan akhirnya harus masuk melalui jalur independen.

"Tidak ada masalahnya, tapi independen kalau jadi, dia tidak punya fraksi. Jadi gimana kalau mau bicarakan pemerintahan di daerah, kan harus ada toh," ujar Megawati.

Sebelumnya,  Mantan Panglima Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo mengaku siap pasang badan untuk Kaolisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dari kelompok-kelompok usil yang hendak menggembosi KAMI. Apalagi sampai mengganggu deklarasi koalisi ini yang digelar di Tugu Proklamasi  Menteng Jakarta Pusat Selasa (18/8/2020).

Pada deklarasi yang dihadiri oleh ratusan partisipan itu, sejumlah tokoh inisiator KAMI juga turut mengambil bagian seperti Zumhur Hidayat, Budi Tjadmiko, Adhie Marsadi, Marwan Batubara, Abdullah Hameahua, Said Muhammad Didu, Refly Harun, Muchsin Alatas, Rocky Gerung dan Din Syamsudin. ***