Soal Izin Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf, Kemenag: Telah Dicabut Sejak Januari 2021

Soal Izin Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf, Kemenag: Telah Dicabut Sejak Januari 2021
Staf Khusus (Stafsus) Kemenag Nuruzzaman di Mabes Polri. (tangkap layar)

WJtoday, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan izin Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA) telah dicabut. Adapun izin itu telah dicabut sejak Januari 2021 lalu.

Diketahui, LAZ BM ABA merupakan yayasan yang terafiliasi teroris Jamaah Islamiah (JI). Yayasan ini bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat.

LAZ BM ABA dibicarakan usai Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah dan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ahmad Farid Okbah ditangkap karena pimpinan dari lembaga tersebut.

"Kami menyampaikan bahwa LAZ BM ABA ini sudah dicabut izinnya oleh Kemenag sejak Januari 2021," kata Staf Khusus (Stafsus) Kemenag Nuruzzaman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Nuruzzaman menyampaikan pencabutan izin LAZ BM ABA karena Kemenag mendapatkan informasi adanya dugaan pengumpulan zakat dan infaq untuk kegiatan yang bertentangan atau melawan negara.

"Kami mendapatkan rekomendasi untuk mencabut izin karena diduga pengumpulan zakat dan infaq ini digunakan untuk kegiatan yang bertentangan atau melawan negara. Hasil rapat, notulensi ada lengkap, kita cabut tanggal 29 Januari 2021," ujar Nuruzzaman.

Nuruzzaman menerangkan LAZ BM ABA sejatinya tak pernah melaporkan pengumpulan dan penggunaan dana dari masyarakat kepada Kemenag setiap enam bulan sekali.

"Sesungguhnya LAZ harus melaporkan kepada kami setiap 6 bulan, tapi ini faktanya tidak ada laporan penggunaan uangnya. Tidak ada transparansi selain terindikasi menggunakan uangnya untuk kegiatan yang bertentangan atau melakukan perlawanan terhadap negara," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyumbangkan hartanya kepada sebuah lembaga pengumpul zakat tertentu.

"Kami mengimbau warga hati-hati dalam menginfaqkan hartanya terhadap lembaga pengumpul zakat. Tentu yang mendapatkan izin. Banyak LAZ ini yang diakui negara karena jelas distribusinya dan laporan distribusinya serta digunakan untuk kepentingan masyarakat umum," katanya.

Di sisi lain, Nuruzzaman mendukung upaya Polri dalam memberantas tindak pidana terorisme.

Siapa pun orang dan agamanya wajib diproses hukum apabila terbukti terlibat kelompok teror.

"Jika ada orang yang dengan sengaja ingin melawan negara bahkan melakukan tindakan teror, kami mendukung aparat keamanan terutama kepolisian untuk melakukan penegakan hukum," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Ahmad Farid Okbah, Zain An-Najah dan Anung Al-Hamad atas dugaan tindak pidana terorisme di daerah Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (16/11/2021) pagi.

Ketiganya ditangkap di tempat terpisah. Ahmad Zain An-Najah ditangkap di jalan Merbabu Raya, Pondok Melati, Kota Bekasi sekitar pukul 04.39 WIB pada Selasa (16/11/2021).

Lalu, Ustaz Farid Okbah diketahui ditangkap sekitar pukul 04.43 WIB di Jalan Yanatera, Jatimelati, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (16/11/2021).

Sementara itu, Ustaz Anung Al-Hamat ditangkap di jalan Raya Legok Blok Masjid, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi sekitar pukul 05.49 WIB pada Selasa (16/11/2021).

Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan ketiganya ditetapkan tersangka usai diduga terlibat kelompok teroris Jamaah Islamiah (JI).

"Sudah (ditetapkan tersangka)," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (16/11/2021).***