Soal Dugaan Korupsi Disdik, Kejari Bandung Enggan Berkomentar Banyak

Soal Dugaan Korupsi Disdik, Kejari Bandung Enggan Berkomentar Banyak
Ilustrasi (tribun news)

WJtoday, Bandung - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, masih memproses kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung senilai Rp59,8 miliar yang bersumber dari Bantuan Provinsi Jawa Barat (Banprov Jabar) Tahun Anggaran (TA) 2020.

Dihubungi via telepon selulernya, Kepala Kejari Bandung Iwa Suwia Prabawa menolak mengomentari perkembangan kasus tersebut. Dia menyarankan wartawan menghubungi Kasi Intel Kejari, Reza Prasetyo Handono.

“Hubungi saja Kasi Intel, saya sedang ada urusan di luar,” ujar Iwa, Rabu (1/9/2021).

Diketahui, kasus dugaan korupsi Disdik Kota Bandung bermula dari laporan masyarakat kepada Kejari Bandung.

Saat dihubungi wartawan lewat telepon genggamnya, Kasi Intel Kejari Bandung Reza Prasetyo Handono, juga enggan berkomentar banyak.

Sebelumnya, pegiat anti korupsi BM Sihombing blak-blakan jika penanganan kasus tersebut di Kejari Bandung cenderung lamban. Dia pun mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar melakukan supervisi atau pendampingan pada penanganan kasus tersebut.

Sihombing menyatakan, kasus dugaan korupsi di Disdik Kota Bandung tersebut berpotensi juga terjadi di enam kota-kabupaten lainnya yang menerima Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp349 miliar.

Enam kabupaten dan kota dimaksud adalah Kota Cirebon Rp35,9 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp46,8 miliar, Kabupaten Sumedang Rp104 miliar, Kabupaten Cianjur Rp55,3 miliar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Rp21,7 miliar, dan Kabupaten Subang Rp26 miliar.  

Kota Bandung sendiri kecipratan Banprov Jabar Rp59,8 miliar yang dialokasikan untuk proyek pengadaan peralatan jaringan dan belanja modal peralatan mesin Rp7.386.500.000,00 yang tendernya dimenangkan oleh PT Sinar Memossa Pratama dengan nilai kontrak Rp6.970.000.136,00.

Selanjutnya, dialokasikan untuk pengadaan peralatan personal komputer sebesar Rp12.593.000.000,00 yang dimenangkan oleh PT Cahaya Mulia Bersinar dengan nilai kontrak Rp12.341.140.000,00.

Disdik Kota Bandung juga mempergunakan kucuran Banprov Jabar tersebut untuk pengadaan personal komputer sekolah juara dan pengadaan laptop sekolah rintisan sebesar Rp17.767.350.000,00. Tender proyek dimenangkan oleh PT Pilar Sapta Mandiri dengan nilai kontrak Rp17.216.420.000,00.

Disdik Kota Bandung pun menggunakan dana Banprov Jabar untuk proyek belanja perangkat IT KBM jarak jauh SMP dan peningkatan sarana prasarana pendidikan SD sebesar Rp22.095.013.000,00. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Astragraphia Xprints Indonesia dengan nilai kontrak Rp21.710.306.200,00.

Diungkap BM Sihombing, LSM Solusi telah melakukan investigasi di lapangan. Hasilnya, diduga telah terjadi perbuatan lancung antara panitia lelang dan rekanan ‘pesanan’ di kota dan kabupaten penerima Banprov Jabar 2020 tersebut.  ***