Sinovac Dinilai Kurang Manjur Lawan Varian Delta, Brasil Akan Beralih ke Vaksin Pfizer

Sinovac Dinilai Kurang Manjur Lawan Varian Delta, Brasil Akan Beralih ke Vaksin Pfizer
ilustrasi./WJtoday

WJtoday, Brasil - Pemerintah Brasil awalnya sangat bergantung pada vaksin Covid-19 CoronaVac Sinovac. Akan tetapi, pemerintah federal sekarang memprioritaskan pembelian vaksin buatan AS yakni Pfizer. Hal itu karena Brasil menilai vaksin Sinovac kurang manjur melawan Covid-19 varian Delta.

Brasil mundur dari penggunaan vaksin Sinovac. Brasil juga mempertanyakan kemanjuran Sinovac terhadap varian Delta.

“Pemerintah federal Brasil telah menghentikan negosiasi mengenai dosis tambahan vaksin Sinovac, CoronaVac,” kata juru bicara pemerintah dan produsen lokalnya, Butantan Institute, mengatakan kepada The Wall Street Journal.

Pemerintah juga mengatakan tidak akan merekomendasikan penggunaan CoronaVac untuk suntikan booster ketiga. Brasil meninggalkan vaksin Tiongkok yang sangat diandalkan awal tahun ini.

Awalnya, pejabat pemerintah di negara-negara seperti Brasil memuji suntikan Tiongkok menyelamatkan banyak nyawa. Sebab, Brasil berada di urutan kedua setelah AS dalam jumlah kematian resmi Covid-19 yang mencapai hampir 600 ribu. 

Tiongkok juga menyumbang 80 persen dari dosis yang diberikan selama dua bulan pertama kampanye imunisasi Brasil awal tahun ini. Akan tetapi, sekarang menyumbang kurang dari 35 persen karena Brasil juga telah meningkatkan produksi lokal dari suntikan Oxford-AstraZeneca.

Brasil membeli 100 juta dosis Sinovac dan hampir semuanya telah dikirim. Sekitar dua pertiga orang Brasil telah mendapat satu suntikan vaksin, dan lebih dari sepertiga sudah mendapat dua dosis.

Pilih Pfizer

Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga mengatakan selama wawancara televisi minggu lalu bahwa pemerintah tidak lagi merekomendasikan penggunaan CoronaVac sebagai dosis booster. Mereka merekomendasikan Pfizer sebagai gantinya.

Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan kerja sama vaksin antara kedua negara belum berhenti dan sebagian besar vaksin yang digunakan di Brasil berasal dari Tiongkok. Sinovac dan Sinopharm belum menanggapinya.

Negara-negara lain juga beralih dari vaksin Tiongkok. Di Peru, vaksin Sinopharm sekarang kurang dari sepertiga dosis yang diberikan. Kini digantikan oleh vaksin Pfizer.

Di satu sisi, pemerintah negara bagian Sao Paulo masih memberikan CoronaVac sebagai dosis booster, meski pedoman pemerintah federal tidak lagi digunakan. 

“Orang-orang harus mengambil vaksin merek apa pun yang tersedia,” kata kepala gugus tugas Covid-19 negara bagian itu, Joao Gabbardo.

Di Brasil, efikasi CoronaVac Sinovac hanya 50,4 persen. Ada bukti bahwa Sinovac bahkan kurang efektif di antara orang tua hanya 28 persen efektif pada orang yang berusia di atas 80 tahun, menurut satu penelitian tahun ini dari Global Health Institute di Barce lona dan Yayasan Oswaldo Cruz Brasil.***