Serangan Rudal dan Drone Terjadi di Dekat Tempat Perhelatan F1 di Jeddah, Pembalap Diminta Tutup Mulut

Serangan Rudal dan Drone Terjadi di Dekat Tempat Perhelatan F1 di Jeddah, Pembalap Diminta Tutup Mulut
Serangan Rudal dan Drone Terjadi di Dekat Tempat Perhelatan F1 di Jeddah

WJtoday, Arab Saudi - Kilang minyak di Jeddah, Arab Saudi diserang rudal dan drone pada Sabtu, 26 Maret 2022. Serangan udara tersebut meledakkan kilang minyak di Jeddah dan beberapa fasilitas lainnya di Riyadh.

Dikutip dari Al Jazeera, serangan roket dan drone tersebut dilakukan oleh pemberontak Houthi Yaman.

Depot minyak tersebut mengepulkan asap hitam yang membumbung di langit Jeddah.

Lokasi Perhelatan F1

Sebagai informasi, Jeddah sedang dipersiapkan untuk menjadi lokasi perhelatan Formula Satu pada hari Minggu nanti.

Arab Saudi dan Saudi Aramco tidak segera mengakui kebakaran tersebut.

Kilang minyak tersebut memang sudah ditargetkan sebelumnya oleh kelompok separatis Houthi Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea menyatakan bahwa kelompoknya menyerang fasilitas Aramco dengan rudal, sedangkan kilang Ras Tanura dan Rabigh diserang dengan drone.

Sarea menambahkan bawa serangan tersebut membidik fasilitas di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Fasilitas yang dikelola Aramco di kota lainnya juga diserang. Seperti di Jizan, Najran, Ras Tanura dan Rabigh dengan drone yang jumlahnya banyak.

Asap ledakan tersebut bisa terlihat di lintasan F1. Sejumlah saksi mengatakan bahwa asap hitam tersebut terlihat membumbung tinggi dari kejauhan.

Pihak penyelenggara F1 mengatakan, setelah insiden tersebut perhelatan Formula Satu tersebut tetap akan digelar sesuai jadwal.

Yaitu sesi latihan dan kualifikasi ketiga pada hari Sabtu dan race akan dilaksanakan pada hari Minggu.

Saudi Motorsport Co, sebagai promotor F1, mengatakan juga bahwa balapan akhir pekan akan berlanjut sesuai rencana.

"Kami tetap berkomunikasi dengan otoritas keamanan Saudi, serta F1 dan FIA untuk memastikan terkait persiapan dan pengamanan yang diperlukan bisa dipenuhi," kata perwakilan Sudi Motorsport Co.

Pembalap F1 Diminta Tutup Mulut Terkait Serangan Roket di Jeddah

Muncul kejanggalan di tengah keputusan Formula 1 melanjutkan rangkaian balapan GP Arab Saudi akhir pekan ini setelah sebuah serangan roket menarget fasilitas perusahaan minyak lokal 10 kilometer dari lokasi sirkuit.

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem memang memastikan bahwa otoritas setempat menjamin keselamatan seluruh tim peserta. ”Mereka (pemberontak Houthi) menarget fasilitas. Bukan warga sipil, apalagi sirkuit,” ujarnya.

Namun, muncul kabar bahwa seluruh pembalap F1 dilarang mengeluarkan komentar apapun mengenai situasi terakhir.

Juga mengenai hasil rapat darurat para pembalap yang berlangsung sepanjang empat jam hingga dinihari tadi.

”Semuanya punya suara yang sama mengenai hal ini. Tapi kami kami tidak bisa membahasnya,” terang pembalap Alpha Tauri Pierre Gasly.

Pesan lain juga muncul agar Lewis Hamilton “dijauhkan dari mikrofon” sepanjang akhir pekan. Karena juara dunia tujuh kali tersebut sangat keras mengkritik isu pelanggaran HAM di Arab Saudi.

Rumor dari paddock Sirkuit Jeddah juga menyebutkan bahwa muncul suara boikot di tengah berlangsungnya pertemuan darurat tersebut.

Ditambah lagi, seluruh sesi wawancara TV di tengah rangkaian balapan ditiadakan.

Meski dinyatakan aman, sejumlah sosok penting di paddock F1 dilaporkan meninggalkan lokasi. Salah satunya mantan pembalap F1 Ralf Schumacher.***