Seperti Covid-19, Kue Balok Bandung Kekinian Punya Banyak Varian

Seperti Covid-19, Kue Balok Bandung Kekinian Punya Banyak Varian
Ilustrasi (instagram)

WJtoday, Bandung - SIAPA yang tidak kenal dengan kue balok? Kue berwarna cokelat dengan bentuk persegi panjang ini merupakan kudapan khas Jawa Barat. Biasanya kue balok disajikan sebagai teman minum teh di sore hari.

Proses pembuatannyapun agak unik. Kue Balok dimasak dengan sistem dua pemanasan. Dari bawah dan dari atas. Pemanasan yang di atas menggunakan bara api dari arang. Maksudnya, biar proses pematangan sempurna.

Namun siapa sangka jika kue yang sempat viral beberapa waktu belakangan ini ternyata merupakan warisan kolonial Belanda di tanah pasundan. Awalnya kue balok berbentuk putih polos dan bercita rasa manis.

Dilansir dari berita.upi.edu, pada 1899 di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung mulai banyak toko-toko roti khas Belanda yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan para keluarga kolonial di Kota Kembang tersebut.

Pada 1920-an, beragam varian kue tradisional mulai bermunculan. Kue-kue tersebut sebagian besar merupakan hasil dari akulturasi antara kue tradisional Sunda dengan roti-roti Belanda yang bertekstur khas dan bercita rasa manis. Kue balok sendiri juga lahir dari akulturasi ini.

Kue balok merupakan sajian wajib bagi warga kota Bandung ketika waktu sarapan tiba. Dalam setiap penyajiannya, kue balok selalu disandingkan dengan secangkir teh atau kopi hangat.

Kebiasaan memakan kue balok dan secangkir teh atau kopi hangat warga Bandung ini terinspirasi dari budaya sarapan para saudagar Belanda yang selalu menyajikan onbijtkoek (roti) serta bokkepootjes (kue kering) sebelum bekerja.

Dengan cita rasa yang manis, padat, dan berukuran cukup besar membuat kue balok selalu dijadikan sebagai menu sarapan favorit oleh warga. Kue balok dianggap lebih mengenyangkan dibanding dengan roti belanda dan kue kering.

“Di tahun 1952 dan 1959, kue balok memang menjadi alternatif sarapan selain bubur hanjeli, bubur labu siam dan ditaburi potongan tahu. Penjual kue balok biasanya di pinggir jalan, dan biasanya pembeli membeli dengan berjongkok atau nagog. Hanya membeli dua buah saja sudah mengenyangkan dan menjadi sumber energi bagi penduduk kota,”. Ujar Ajang Koswara, salah seorang penikmat kue balok asal Bandung.

Menurut Chef Legendaris Dedie Soekartin, pada 1960-an kue balok hampir berganti nama menjadi nama kue robur. Hal ini karena pada 1965-1966 Kota Bandung mendapat bantuan armada bus dengan merek Robur dari Jerman Timur. Bentuk kue balok yang menyerupai bus tersebut membuat nama kue balok berencana diganti menjadi kue robur, namun hal ini urung terjadi.

Saat ini masyarakat di Kota Bandung dan beberapa wilayah Jawa Barat mulai memodifikasi kue balok dengan berbagai varian rasa, mulai dari pandan, green tea, hingga red velvet.

Selain itu, ada juga varian yang beragam pada toppingnya. Ada yang menggunakan selai buah-buahan seperti strawberry dan blueberry, durian, atau topping kacang serta coklat, keju, dan banyak lagi.

Kue balok paling banyak ditemui saat ini adalah kue balok dengan varian rasa cokelat yang lumer di bagian tengahnya. Berikut beberapa lokasi penjual kue balok di Bandung yang sedang ramai dikunjungi orang:

1. Kue Balok Kang Didin
Kue Balok Kang Didin di Jalan Pajajaran termasuk satu di antara kue balok yang cukup populer dan selalu antre di Bandung. Hal ini lantaran Kue Balok Kang Didin sangat legendaris dan sudah ada sejak 1950-an. Meski usianya terbilang tua, Kue Balok Kang Didin menawarkan berbagai varian rasa mulai dari original hingga kekinian.

2. Kue Balok Mang Udju
Tak kalah populer dengan Kue Balok Kang Didin, di Bandung juga ada Kue Balok Mang Udju. Kedianya berlokasi di Jalan Cihapit No 169, Kota Bandung, dan dibuka setiap hari pukul 12.00 WIB-23.00 WIB.

Kue balok di kedai ini terkenal dengan teksturnya yang lembut karena adonannya dibuat dengan susu cair segar dan tidak pakai air sama sekali. Menariknya lagi Kue Balok Mang Udju juga tersedia dalam berbagai varian rasa dan topping. Rasanya ada strawberry dan nanas, kemudian toppingnya ada kismis, keju, coklat, almond, stroberi, nanas, dan kiwi.

3. Kue Balok Boebat
Jika ingin merasakan sajian kue balok dengan nuansa kekinian, coba datang ke kedai Kue Balok Boebat. Kedai Kue Balok Boebat selalalu ramai oleh kalangan anak muda apalagi saat malam hari.

Rasa kue baloknyapun tidak kalah kekinian namun masih tetap lezat dan ramah di kantong. dapun varian rasa dari Kue Balok Boebat ada oreo, greentea, hazelnut, cappucino dan masih banyak lagi.

4. Kue Balok Pak Obos
Satu lagi kue balok legendaris yang cocok untuk kulineran di malam hari yaitu Kue Balok Pak Obos. Sudah ada sejak 1946, kedai Kue Balok Pak Obos dibuka pukul 18.30-04.00 WIB.

Meski terbilang sudah cukup tua, kedai Kue Balok Pak Obos punya sajian kue balok mulai dari original hingga yang kekinian. Kamu juga bisa memesan kue balok dalam keadaan matang atau setengah matang biar lumer di mulut.

5. Kue Balok Sarijadi
Kue Balok Sarijadi terkenal dengan varian rasa browniesnya yang lumer dan legit. Dibuka pukul 13.00-21.30 kedai Kue Balok Sarijadi kerap jadi tempat nongkron yang kekinian ala anak muda Bandung.

Selain brownies ada juga rasa lain seperti keju, kacang, cokelat, blueberry, greantea dan oreo. Harganya juga dibanderol sangat murah yaitu mulai Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kuenya.   ***
(Pam: dari berbagai sumber)