Sempat Muncul di Bandung, Mural Mirip Jokowi dengan Masker di Mata Raib

Sempat Muncul di Bandung, Mural Mirip Jokowi dengan Masker di Mata Raib
Mural Presiden Joko Widodo di Fly Over Pasupati, Bandung./instagram

WJtoday, Bandung - Mural bernada kritik terus bermunculan di berbagai tempat dalam beberapa waktu terakhir. 

Di Bandung, Jawa Barat, mural dengan sosok pria mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) muncul di jembatan layang atau fly over Pasupati.

Kemunculan mural ini dinilai berkaitan karena kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

Narasi mural yang disampaikan masih berkaitan dengan perasaan warga yang mengkritik situasi penanganan pandemi.

Pada Rabu (25/8), mural yang berada di Jalan Pasupati tersebut berukuran sekitar dua meter ini tidak terlihat seperti gambar baru tapi sudah agak kusam.

Sosok pria berpakaian putih mirip dengan Jokowi tampak menindih lukisan lain yang sebelumnya sudah digambar lebih dulu. 

Pada mural tersebut, sosok pria mengenakan sebuah masker yang menutupi mata dan hidung. Namun, tangan kanan pria tersebut terlihat sedang memegang bagian kepala.

Tak jelas siapa pembuat mural tersebut. Hanya saja di bagian samping mural terdapat sebuah tulisan "Niskala'. Tulisan tersebut juga terdapat di bagian kerah sebelah kanan yang ukurannya lebih kecil.

Menurut Putri (38), seorang warga yang kerap melintas di dekat kawasan Dago Cikapayang, mural tersebut sudah cukup lama ada di tembok tersebut. Namun dia tak mengetahui kapan pastinya mural dibuat.

"Kalau saya sudah lihat beberapa hari yang lalu. Dari kemarin-kemarin juga sudah ada ini. Enggak tahu siapa yang buat," ujarnya.

Selain mural, memang banyak coretan lain seperti grafiti di tembok Jembatan Layang Pasupati.

"Jadi mural bukan cuma di sisi tembok sini saja, banyak mural lainnya di tembok bagian lain," cetus Putri.

Mural Mirip Jokowi di Kota Bandung Lenyap Dihapus Petugas

Mural dengan sosok pria mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang muncul di jembatan layang atau fly over Pasupati, Kota Bandung, dihapus, Rabu (25/8) malam. Mural dengan masker di bagian mata tersebut sudah tidak ada lagi di lokasi.

Pantauan dilokasi, mural yang berada di fly over Pasupati tepatnya di Jalan Prabu Dimuntur itu sudah tak ada lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mural mirip Jokowi dengan narasi kritik situasi penanganan pandemi Covid-19 itu dihapus oleh petugas. Ada sekitar empat orang yang membersihkan mural tersebut. Mereka menggunakan air dan pisau untuk mengelupas cat mural tersebut.

"Iya, dibersihkan pakai pisau. Bahannya pakai kertas ditempel pakai lem," ujar salah seorang petugas Satpol PP Kota Bandung.

Mural berwarna hitam putih tersebut diketahui terbuat dari kertas yang direkatkan. Setelah mural dibersihkan, petugas nantinya akan mengecat ulang di lokasi jembatan.

Fenomena Mural 

Fenomena mencoret dinding dengan mural hingga grafiti masih meluas di berbagai wilayah meski kerap dihapus. Terakhir, di Solo muncul mural bertuliskan 'Negaraku Minus Nurani' dan 'Orang Miskin dilarang Sakit' di kawasan Stabelan, Kecamatan Banjarsari.

Jauh sebelum itu, deretan mural yang dihapus sudah mencuat sejak akhir Juli 2021 lalu. Misalnya, muncul mural bertuliskan 'Tuhan, Aku Lapar' di kawasan Tigakarsa, Kabupaten Tangerang. Coretan itu menjadi viral dan langsung dihapus aparat.

Kemunculan mural terus berlanjut dan melebar ke berbagai tempat baik di dalam ataupun luar Pulau Jawa.

Salah satu yang fenomenal ialah gambar orang mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang bagian mata ditutupi stiker tulisan '404: Not Found'. Istilah itu lazim dalam dunia siber, menandakan laman yang dituju tidak bisa diakses atau tidak ada sama sekali.

Sebelumnya, di tembok salah satu rumah kosong pinggir jalan di kawasan Pasuruan, Jawa Timur, juga tergambar mural bergambar kartun yang dibubuhi dengan tulisan 'Dipaksa Sehat di Negeri yang Sakit'. Lukisan itu hanya bertahan beberapa hari.

Diduga, gambar telah ada pada sekitar tanggal 25 Juli. Kemudian, menjadi viral dan langsung dihapus oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada 10 Agustus.

Gambar lain bertuliskan 'Wabah Sesungguhnya adalah Kelaparan' juga muncul di kawasan Ciledug, Tangerang. Penghapusan itu diklaim oleh petugas Kecamatan Ciledug atas permintaan warga.

Gencarnya aksi penghapusan narasi itu mendapat kritik dari sejumlah pihak. Amnesty International Indonesia menilai bahwa upaya aparat itu mengancam kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Warga, tidak dapat berpendapat kritis lantaran selalu dihapus oleh otoritas pemerintahan. Padahal, kata dia, kebebasan berpendapat itu dilindungi oleh hukum HAM Internasional dan konstitusi Indonesia.

"Tindakan kepolisian dan aparat negara lainnya yang berlebihan, termasuk mencari pembuatnya jelas mengancam hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat" kata Deputi Direktur AII, Wirya Adiwena kepada wartawan.

Soal Mural Kritik Jokowi, Mahfud Tantang Masyarakat Buktikan

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD membantah pemerintah tengah berburu para pembuat mural bernada kritik ke pemerintah. Menurutnya hal itu hanya keributan yang terjadi di dunia maya.

"Rasanya belum ada yang ditangkap," kata Mahfud dalam program diskusi TVRI, Rabu (25/8/2021) malam.

Mahfud mengklaim penghapusan mural adalah masalah ketertiban. Sebab, menurutnya mural itu dibuat di ruang publik yang melanggar ketertiban.

"Kalau gambarnya bagus, di tempat netral, itu gak apa-apa. Kalau misalnya gambar jorok, bukan menyangkut soal politik ya kan pasti dihapus," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengaku heran dengan tudingan yang menyebut pemerintah berburu pembuat mural. Bahkan, ia berani menantang siapa saja yang bisa membuktikan tudingan itu.

"Itu sebenarnya tidak ada perburuan yang sifatnya pidana sampai sekarang. Itu kok dibuatnya seperti ada yang ditangkap? Siapa yang ditangkap? (ini ributnya) di ruang digital saja," ujar Mahfud.***