Sekali Balapan Formula E Habiskan Biaya Rp357 Miliar

Sekali Balapan Formula E Habiskan Biaya Rp357 Miliar
ilustrasi.(twitter)

WJtoday, Jakarta - Co-founder Formula E, Alberto Longo, mengungkapkan biaya yang dikeluarkan untuk sekali balapan Formula E sebesar 25 juta dolar AS atau setara Rp357 Miliar (Kurs Rp14.272). Biaya itu di luar investasi infrastruktur seperti jalanan dan dinding pelindung jalur track balapan.

“Jadi untuk satu kali balapan biayanya sekitar 25 juta dolar dan ini tidak termasuk investasi seperti jalanan, materi untuk jalur dan juga track-nya,” kata Alberto, Rabu (24/11/2021).

Jakarta tak membayar lebih dari kota-kota lain

Alberto tak dapat membuka seluruh biaya yang dikeluarkan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk menggelar Formula E. Namun, ia memastikan Jakarta tidak membayar lebih dari kota-kota lain di dunia. 

“Fee-nya tidak bisa dibuka karena rahasia. Tapi Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan kota lain,” terang dia.

Adapun, kata Alberto, Indonesia harus berbangga hati lantaran ajang ini akhirnya digelar. Sebab negosiasi yang dilakukan sangat kuat hingga akhirnya ajang ini bisa berjalan.

“Kita paham Eprix adalah kejuaraan dunia dan biayanya sangat mahal. Jadi kalian harus bangga, karena Indonesia negotiate sangat kuat agar kejuaraan ini bisa digelar,” terang dia.

Lima opsi lokasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo membocorkan lima lokasi alternatif sirkuit untuk ajang Formula E yang digelar pada 4 Juni 2022 mendatang. 

Lima lokasi ini, kata pria yang akrab disapa Bamsoet, akan disodorkan kepada Presiden Joko Widodo.

“PIK, Sudirman, JIS, Ji-Expo, Ancol, ini yang akan kami suggest ke Presiden untuk memilih,” terang Bamsoet.

Pria yang menjabat sebagai ketua MPR ini menjelaskan, pihak Formula E Operations akan membuat studi mengenai kelayakan (feasibility study) lima jalur yang dipilih tersebut.

GBK dan Monas dilarang

Adapun, Bamsoet mengatakan, pihaknya sudah berpesan kepada Co-founder Formula E, Alberto Longo agar tidak menggunakan Monas dan juga Gelora Bung Karno sebagai lokasi balapan.

“Saya sudah pesan pada Alberto, sirkuit atau lintasan formula E tidak boleh pada dua tempat. Saya larang yang pertama adalah monas, yang kedua adalah GBK, yang lain terserah,” katanya.***