Sejumlah Daerah Enggan Keluarkan Dana Covid-19 karena Takut Dianggap Korupsi

Sejumlah Daerah Enggan Keluarkan Dana Covid-19  karena Takut Dianggap Korupsi

WJtoday, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengakui korupsi di tengah pandemi menjadi masalah. Ia menyebut pemerintah banyak menerima kritikan terhadap penyelenggaraan bantuan sosial (Bansos) . Ia pun mencontohkan bansos yang dikorupsi dan kini sudah dibawa ke ranah hukum.

"Problemnya itu tidak mudah, misalnya selalu ada kritik bantuan sosial dikorupsi. Iyalah itu musibah dan itu sudah diselesaikan secara hukum, "kata Mahfud, Sabtu (30/7).

Namun, Mahfud juga menyebut sulitnya Bansos tersebut sampai juga disebabkan karena adanya masalah administrasi. Karenanya, ada sejumlah pemerintah daerah bahkan takut mengeluarkan anggaran.

“Tapi ada Bansos sulit sampai itu karena masalah-masalah administrasi yang sekarang sudah dibenahi. Di berbagai daerah itu terkadang orang takut mengeluarkan karena apa? nanti dikorupsikan kalau prosesnya tidak memenuhi standar formal yang ditentukan oleh BPK oleh BPKP oleh Menkeu,” jelasnya.

Mahfud menegaskan semua prosedur tersebut memiliki aturan-aturan mengeluarkan uang yang diterobos.

“Banyak yang takut juga, nanti saya keluarkan, saya kasihkan orang, nanti dianggap prosedurnya salah dianggap ini korupsi. Ada yang begitu memang,” katanya.

"Kemudian ada yang memang ketika mau disampaikan itu tempatnya sangat jauh, sementara aturannya harus yang berhak untuk mendapat," lanjutnya.

Untuk menghindari kemungkinan korupsi, kata Mahfud, Presiden Jokowi sempat membuat kebijakan agar bantuan dikirim lewat rekening. Namun, tidak semua penerima manfaat mempunyai rekening, khususnya mereka yang tinggal di desa.

"Ketika juga ada, misalnya, menunjuk keluarganya untuk mewakili mengambil itu, dari sudut aturan yang mau memberikan takut juga itu mau diberikan kepada siapa, surat kuasanya enggak ada, kartu keluarganya enggak jelas, apa betul dia yang berhak mewakili itu semua jadi problem dan itu masalah kita memang, dan itu sudah lama," pungkasnya.***