Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK dari Kemenag

Sehati, Program Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK dari Kemenag
Ilustrasi (warta ekonomi)

WJtoday, Jakarta - KEMENTERIAN Agama (Kemenag) segera merilis Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk usaha mikro dan kecil (UMK). Ini sebagai dukungan pemerintah dalam meningkatan kelas dan kualitas produk UMK.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, Sehati bertujuan memberikan kemudahan bagi UMK dalam mendapatkan sertifikasi halal. Selain itu, meningkatkan kesadaran pelaku UMK tentang pentingnya sertifikat dan label halal bagi percepatan pertumbuhan bisnisnya.

Kemudian, meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya mengonsumsi produk halal, penguatan produk halal pelaku UMK, menggenjot jumlah pelaku UMK yang memenuhi ketentuan, serta memperbesar nilai tambah dan kompetisi produk UMK.

“Pemerintah sangat memperhatikan kemajuan UKM. Untuk itu, Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH akan meluncurkan program ini,” ucapnya rapat bersama Plt. Kepala BPJPH, Mastuki, di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Program Sehati menyasar pelaku UMK yang memenuhi kriteria tertentu. Sertifikat halal akan diberikan BPJPH atau instansi lain yang turut menyelenggarakan jaminan produk halal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terang Mastuki, terdapat 64 juta UMKM di Indonesia pada 2019. Mereka secara bertahap wajib memiliki sertifikat halal pada 2024.

"Mengacu pada data BPS tahun 2019, pemerintah melalui BPJPH telah memberikan sertifikat gratis kepada 3.179 pelaku usaha," jelasnya, melansir situs web Kemenag.

Pada 2021, Kemenag meningkatkan target sasaran Program Sehati hingga 15.000 UMK. 

"Dengan harapan pada tahun 2024, target jutaan UMK telah bersertifikat halal," pungkasnya.  ***