Sebut Anies Pembohong, KNPI Desak Giring Minta Maaf

Sebut Anies Pembohong, KNPI Desak Giring Minta Maaf
Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha

WJtoday, Jakarta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta Pusat menggelar aksi demo di depan Kantor DPP PSI, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.194 Tanah Abang Jakarta Pusat.

Mereka meminta Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong berkaitan dengan Formula E.

Aksi yang diikuti sekitar 30 orang itu tidak lama berlangsung. Setelah menyampaikan aspirasi, massa aksi langsung membubarkan diri.

Wasekjen DPP PSI, Satia Chandra mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan adanya masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Namun sayangnya, dia menambahkan, massa aksi dari KNPI Jakarta Pusat tak berkenan berdiskusi dengan PSI.

“Mereka minta Bro Giring minta maaf atas statemennya cuman kami sudah nawarin juga mau ngobrol enggak ke dalam, jadi hanya menyampaikan aspirasi saja mereka,” katanya di Jakarta, Selasa (28/9).

Dia menjelaskan, pernyataan yang disampaikan Giring merupakan sikap dari PSI. Karena PSI menilai, Anies harus menjelaskan secara detail mengenai penggunaan anggaran untuk perhelatan balap mobil Formula E. Ini pula yang membuat Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta mengajukan hak interpelasi bersama PDIP.

“Kalau Interpelasi itu berjalan dan dijawab dengan baik, itu akan jadi hal yang baik. Kita harus mengungkapkan ada beberapa hal yang harus dijelaskan terkait dengan Formula E. Kalau demo hari ini itu bagian dari demokrasi, kita terima,” tutup Chandra.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha menegaskan kritik kerasnya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan sebagai langkah menjatuhkan. Ia pun menekankan langkah interpelasi yang diinisiasi PSI bukan sebagai langkah menurunkan Anies dari jabatannya.

"Sekali lagi, PSI tidak ingin menjatuhkan Gubernur Anies lewat hak Interpelasi, karena bertanya adalah hak yang konstitusional," ujar Giring, Selasa (21/9).

Hanya saja, Giring mengatakan, kritik pedas hingga mencuatnya narasi pembohongan publik oleh Anies terkait Formula E lantaran rencana Anies sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Kasus Formula E adalah contoh paling lugas dan jelas kebohongan Pak Gubernur Anies memimpin. Pada saat rakyat DKI Jakarta kehilangan pekerjaan, ada anggota keluarga meninggal atau bahkan terkena Covid 19, uang pajak mereka justru dipakai untuk acara balapan Mobil Formula E," tegasnya.

Bagi Giring dan PSI, langkah ngotot Anies menggelar Formula E adalah bentuk pengkhianatan terbesar terhadap rakyat yang sedang kesusahan terhadap Pandemi.

Dia kembali mengingatkan warga Jakarta saat memilih Anies di masa Pilgub DKI 2017 lalu, namun saat ini pemilih sedang kesusahan akibat pandemi. Bukannya meringankan beban, kata Giring, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu malah menggunakan uang pajak DKI untuk membayar rencana tuan rumah Formula E di Jakarta.

"Gubernur Anies malah memakai uang mereka untuk bermewah mewahan untuk acara Balap Mobil. Sementara di media dan publik Pak Gubernur pura-pura peduli diam atas penderitaan rakyat," tandasnya.

"Dan saya percaya masih ada niat baik dari partai partai lain di DPRD DKI Jakarta yang ingin mendukung hak interpelasi, karena ini mewakili pertanyaan masyarakat DKI Jakarta untuk apa uang rakyat triliunan dipakai untuk acara balap mobil," pungkasnya. ***