Sebanyak 180 Mal di Indonesia Telah Terapkan Prokes Berbasis Digital

Sebanyak 180 Mal di Indonesia Telah Terapkan Prokes Berbasis Digital
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan, butuhkan waktu lama untuk memusnahkan Covid-19. Karenanya, manusia harus dapat hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Oleh karena itu, kita mesti membangun protokol kesehatan yang bisa mengatur segala tata kehidupan kita sehari-hari. Aman, tapi juga tetap beraktivitas agar perekonomian tetap bisa berjalan,” ujar Budi dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Saat ini penerapan protokol kesehatan berbasis teknologi digital telah dilakukan pada lebih dari 180 mal. Ke depannya, protokol kesehatan digital ini akan diterapkan pada sektor industri, sektor transportasi (darat, laut, dan udara), sektor keagamaan, sektor pendidikan, dan sektor pariwisata.

“Jadi semua kegiatan kehidupan kita sehari-hari akan di-adjust protokol kesehatannya dengan penerapan (protokol kesehatan berbasis) teknologi digital,” ungkap dia.

Baca juga: Perpanjangan PPKM: Durasi Makan di Tempat Jadi 30 Menit, Restoran Boleh 'Dine In'

Lebih lanjut, Budi memaparkan suntikan vaksin di Indonesia per hari ini telah mencapai 83 juta. Suntikan pertama dimulai pada 13 Januari lalu dan sudah mencapai 50 juta suntikan pada 8 Juni, atau sekitar 27 minggu dari suntikan pertama.

Sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar dalam 7 minggu vaksinasi dapat mencapai angka 50 juta suntikan, maka Kemenkes sedang berupaya untuk mencapai target tersebut pada akhir Agustus ini.

Budi mengatakan, saat ini Indonesia menduduki negara ke-9 di dunia berkaitan dengan jumlah vaksin yang telah disuntikkan. 

“Mungkin hari ini sudah naik menjadi nomor 8 di dunia dari jumlah yang disuntikkan. Ini untuk menjawab keragu-raguan suatu majalah terkenal yang bilang bahwa dengan laju vaksinasi seperti ini, Bangsa Indonesia akan selesai 10 tahun,” sebut Budi.

Berdasarkan data yang ada, Budi berpendapat Indonesia tergolong sebagai negara yang maju dalam vaksinasinya. Oleh karena itu, Kemenkes membutuhkan dukungan untuk dapat mempercepat laju vaksinasi di Indonesia.  ***