Sapto Yogo Purnomo Raih Perunggu di Lari 100 Meter Paralimpiade Tokyo 2020

Sapto Yogo Purnomo Raih Perunggu di Lari 100 Meter Paralimpiade Tokyo 2020
Para-Atletik Nomor Lari 100 Meter, Sapto Yogo Purnomo./instagram

WJtoday, Tokyo - Medali Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 bertambah. Setelah Ni Nengah Widiasih menyumbang medali perak powerlifting atau angkat berat pada Kamis (26/8), giliran Sapto Yogo Purnomo memenangkan medali perunggu para-atletik nomor lari 100 meter T37 putra pada Jumat (27/8/2021).

Sapto Yogo berhasil menyelesaikan pertandingan di urutan ketiga dengan catatan waktu 11,31 detik. Sedangkan medali emas diraih oleh atlet Amerika Serikat Nick Mayhugh dan medali perak disabet atlet Rusia Andre Vdovin.

Sementara itu, Widiasih sebelumnya berhasil finis di peringkat kedua powerlifting kelas 41 kilogram putri. Widiasih tercatat berhasil mendapat angkatan terbaik 98 kilogram pada percobaan terakhirnya.

Hal ini membuat posisi Widiasih berada di bawah atlet Tiongkok, Guo Lingling, yang menyabet medali emas dengan angkatan 108 kilogram. Sedangkan medali perunggu berhasil diamankan oleh perwakilan Venezuela, Clara Sarahy Fuentes Monasterio, dengan angkatan 97 kilogram.

Ini bukan medali pertama yang disumbangkan Widiasih kepada Indonesia pada ajang Paralimpiade. Widiasih sebelumnya telah sukses menyabet medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016 lalu.

Melansir situs resmi Paralimpiade pada Jumat pukul 18.45 WIB, Indonesia kini menduduki urutan 29 klasemen sementara perolehan medali dengan satu perak dan satu perunggu. Sedangkan urutan pertama diduduki oleh Tiongkok dengan 19 medali emas, 11 perak, dan 14 perunggu.

Urutan kedua diduduki oleh Inggris Raya dengan sembilan medali emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu. Sementara posisi tiga ditempati oleh RPC (Russian Paralympic Committee) dengan delapan medali emas, tujuh perak, dan 10 perunggu.

Indonesia sendiri telah mengirimkan 23 atlet untuk tujuh cabang olahraga dalam Paralimpiade Tokyo 2020. Para atlet Tanah Air ditargetkan setidaknya membawa pulang satu medali emas. Kontingen Indonesia juga diharapkan tembus 60 besar pada klasemen akhir nanti.

Sebagai informasi, Paralimpiade Tokyo 2020 telah dibuka sejak 24 Agustus lalu dan akan berlangsung hingga 5 September 2021 mendatang. Di upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, atlet para menembak Hanik Puji Astuti berkesempatan untuk membawa bendera merah putih.

Hanik Puji Astuti merupakan atlet kelahiran 22 Desember 1995 di Gunung Kidul, Yogyakarta. Ia diketahui pernah menyabet medali perunggu pada ajang Asean Para Games yang diadakan di Singapura.***

Baca Juga : Lifter Ni Nengah Widiasih Sumbang Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020