Sambut HUT Kabupaten Bekasi Ke-72, Kadisdik Buka Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan dan Kebekasian

Sambut HUT Kabupaten Bekasi Ke-72, Kadisdik Buka Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan dan Kebekasian
Kadisdik Carwinda, Buka Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan dan Kebekasian.(bekasikab.go.id)

WJtoday, Cikarang - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan dan Bakesbangpol, menggelar lomba cerdas cermat dengan tema wawasan kebangsaan dan kebekasian untuk pelajar tingkat SMP di 7 Subrayon se-Kabupaten Bekasi. Lomba ini diikuti oleh siswa sekolah negeri maupun swasta.

Acara yang digagas langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tersebut, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, secara hybrid, pada Senin, (8/8/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda mengatakan perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi dan HUT RI Ke 77 tahun ini, selain bertujuan menumbuhkan karakter pada siswa-siswa melalui pemahaman pada wawasan kebangsaan dan kebekasian sejak dini, juga bisa menjadi ruang motivasi serta belajar berkompetisi.

"Saya berharap acara ini akan mendorong anak-anak kita untuk terus belajar lebih baik, terutama untuk menguji sejauh mana anak-anak kita mengetahui wawasan kebangsaan dan kebekasian," terangnya usai membuka secara virtual babak penyisihan lomba cerdas cermat, di kantornya.

Hasil dari para pemenag perlombaan ini, terangnya, akan dilanjutkan ke final pada tanggal 10 Agustus 2022 mendatang, yang akan dibuka langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, di Gedung Wibawa Mukti.

"Saya berharap ini juga bisa menjadikan motivasi ke anak-anak kita, bahwa penyelenggaraan ini memang menjadi program dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Hari Jadi Kabupaten Bekasi, dan Hari Kemerdekaan," ungkapnya.

Mengenai penjurian perlombaan cerdas-cermat yang diselenggarakan ini akan dilakukan oleh perwakilan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tiap satuan pendidikan SMP yang ada di 7 Sub Rayon.

"Karena pendekatannya itu wawasan kebangsaan, oleh karena itu guru yang terkait dengan itu adalah guru yang mengajar PKN untuk wawasan kebangsaan, untuk kebekasian ada guru IPS, dan masukan dari masyarakat, itu materi yang akan ditanyakan kepada anak-anak," jelasnya.

Untuk saat ini, kata Carwinda, Pemerintah Kabupaten Bekasi, telah melakukan upaya agar kearifan lokal di Kabupaten Bekasi mulai ditanamkan di sekolah, salah satunya secara visual dengan memakai pakaian adat Bekasi.

"Kita menerjemahkannya kalau Hari Rabu anak-anak menggunakan baju adat Bekasi, sebulan sekali. Mereka juga dianjurkan memakai pakaian adat dari masing-masing asalnya, artinya kita juga memberikan ruang bagi budaya lain untuk sama-sama berkembang di Bekasi," terangnya.***