Salah Satu Anak Akidi Tio Akui tak Tahu soal Uang Rp2 T untuk Donasi Keluarganya

Salah Satu Anak Akidi Tio Akui tak Tahu soal Uang Rp2 T untuk Donasi Keluarganya
Ilustrasi (detik news)

WJtoday, Palembang - Anak Akidi Tio yang berdomisili di Jakarta disebut tidak mengetahui mengenai keberadaan uang Rp2 triliun. Namun kepolisian pun belum bisa memastikan uang tersebut ada atau tidak dari anak Akidi Tio, Heriyanty kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri.

Kabid Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Supriadi mengatakan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan menemui satu orang anak mendiang Akidi Tio yang berdomisili di Jakarta. Orang yang bersangkutan merupakan anak keenam mendiang Akidi Tio atau kakak terdekat dari Heriyanty.

"Saya lupa namanya, inisial P kalau tidak salah. Dia tidak tahu orang tuanya ada rencana untuk memberikan bantuan itu. Jadi kayanya komunikasinya nggak nyambung antara keluarga mereka," ujar Supriadi, Rabu (11/8/2021).

Dia juga mengutarakan dirinya belum bisa memastikan ada atau tidaknya uang yang rencananya akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumsel tersebut. 

Disebutkan, saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel masih terus mencari anak mendiang Akidi Tio lainnya untuk mengklarifikasi perbuatan Heriyanty tersebut.

"Sejauh ini saya belum bisa ngomong ini hoaks atau bukan. Ditreskrimum masih akan periksa heriyanty lagi," ujar dia.

Supriadi menyatakan, pihaknya pun masih belum menerima surat balasan dari Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas permohonan membuka data rekening Heriyanty. Pihaknya ingin memastikan terkait dana di rekening dan alur transaksi keuangan di lingkup keluarga Akidi Tio, khususnya Heriyanty.

Hingga saat ini pun, Heriyanty masih velum diperiksa lebih lanjut sejak senin (2/8). Aparat kepolisian pun saat ini sudah tidak menjaga kediaman Heriyanty seperti beberapa hari sebelumnya. Pihaknya pun masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap Heriyanty.

"Semua masih berproses, kita juga masih menunggu laporan dari psikolog terkait tes kejiwaan terhadap yang bersangkutan," sebut Supriadi.

Diketahui, selain polemik rencana pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri, Heriyanty saat ini dikabarkan pula tengah menghadapi persoalan utang-piutang dengan seorang dokter di Palembang, Siti Mirza Nuria, sebesar Rp2,3 miliar.

Pihak Siti Mirza masih mempertimbangkan untuk melaporkan Heriyanty dengan mengumpulkan bukti-bukti untuk menjeratnya dengan hukum pidana.  ***