Rugikan Negara Rp233 Miliar, Buronan Penipu PT Wika Beton Ditangkap Polisi

Rugikan Negara Rp233 Miliar, Buronan Penipu PT Wika Beton Ditangkap Polisi
IR Burhanuddin

WJtoday, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap buronan bernama IR Burhanuddin. Dia merupakan tersangka kasus penipuan senilai Rp233 miliar.

Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Burhanuddin ditangkap di daerah Jakarta Pusat pada Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Tersangka IR. Burhanuddin yang merupakan buronan Ditipidum Bareskrim dalam kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan yang menimbulkan kerugian sebesar Rp233 miliar," kata Andi dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).

Kepolisian belum merinci kasus yang melibatkan IR Burhanuddin.

Andi hanya menyebut ada dua perusahaan menjadi korban penipuan yang dilakukan tersangka.

"Korban dari buronan ini adalah PT Wika Beton Tbk dan PT Sinar Indahjaya Kencana," ujarnya.

Andi menuturkan bahwa kasus ini telah bergulir sejak tahum 2016 lalu. Dalam aksinya, tersangka menggunakan modus penjualan lahan.

"Modus operandi menjual lahan yang sudah diagunkan pada pihak QNB," ucap Andi.

Sosok Burhanuddin, Buronan yang Ditangkap Polisi

Sosok buronan Burhanuddin menghebohkan publik usai ditangkap Dittipidum Bareskrim di Jakarta Pusat, Selasa (6/10) malam. Dia ditangkap karena kasus penipuan yang merugikan negara Rp 233 Miliar.

Lalu siapa sebenarnya Burhanuddin?

Dari data yang dihimpun, Burhanuddin memiliki nama lengkap Ir. Burhanuddin bin Aliji Umar. Dia bukan orang sembarangan, dia mantan Komisaris Utama PT. Agrawisesa Widyatama yang beralamat di Subang, Jawa Barat.

Dalam kasus itu, Burhanuddin tak beraksi sendirian. Dia dibantu rekannya Muhammad Ali yang merupakan mantan Direktur Utama PT. Agrawisesa Widyatama. Ali sendiri sudah dipenjara dengan masa hukuman 3 tahun 9 bulan penjara sesuai nomor putusan 589/Pid.B/2020/PN JKT. SEL di Mahkamah Agung (MA).

Kasus penipuan ini sendiri terjadi pada 2016 lalu. Saat itu, Burhanuddin melakukan penipuan terhadap PT Wika Beton dan PT Sinar Indahjaya atas pembelian lahan seluas 300.000 m2.

Burhanuddin menjual lahan yang sebenarnya merupakan milik orang lain.***