Rugikan Negara Rp120 Miliar, Koruptor Bank Mandiri Ditangkap di Bandung Setelah Buron 15 Tahun

Rugikan Negara Rp120 Miliar, Koruptor Bank Mandiri Ditangkap di Bandung Setelah Buron 15 Tahun
Koruptor Bank Mandiri Ditangkap di Bandung Setelah Buron 15 Tahun./instagram

WJtoday, Jakarta - Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menangkap koruptor Bank Mandiri Cabang Prapatan, Aryo Santigi Budihanto di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Aryo dkk terbukti bersalah karena merugikan negara sebesar Rp120 miliar.

"Aryo merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar atau sekitar jumlah tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Aryo Santigi Budihanto ditangkap pada Kamis 16 September 2021 kemarin di Jalan Gatot Subroto No 40, Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Aryo ditangkap setelah ditetapkan sebagai DPO oleh Kejati DKI Jakarta karena tidak memenuhi panggilan Tim Jaksa Eksekutor dari Kejati DKI Jakarta.

"Terpidana Ir Aryo Santigi Budhianto diamankan di Jalan Gatot Subroto Nomor 40, Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat," katanya.

"Ketika pencarian diintensifkan bekerja sama dengan Tim Tangkap Buron Kejaksaan Agung, dan selanjutnya akan dilaksanakan eksekusi," katanya.

Kasus ini bermula pada 14 Februari 2002 bertempat di Kantor PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, Jalan Kwitang Raya Nomor 30 AB Jakarta Pusat. Aryo kala itu berhasil mengorupsi uang milik PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar.

Atas perbuatanya, Aryo pun dijatuhi hukuman pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar, lantaran terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1568 K/PID/2005, tanggal 30 Januari 2006.

Namun, ketika ketika hendak dilakukan eksekusi Kejati DKI Jakarta dengan dipanggil secara patut, Aryo tidak datang memenuhi panggilan tersebut hingga namanya masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, dan selanjutnya akan dilaksanakan eksekusi," kata Leonard.

Loenard mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan menjalani hukumannya atas perbuatan pelanggaran hukum yang dilakukan, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.***