RS Immanuel Bandung Cari Bantuan, Stok Oksigen Habis

RS Immanuel Bandung Cari Bantuan, Stok Oksigen Habis
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Bandung - RUMAH Sakit Immanuel di Kota Bandung, kehabisan stok liquid oksigen. Pihak rumah sakit masih terus berupaya mencari oksigen tabung supaya kebutuhan pasien terutama yang terinfeksi covid-19.

Pengumuman kehabisan stok tersebut langsung disampaikan Direktur Utama RS Immanuel Ruly Sjambali melalui surat yang disampaikan kepada pasien dan keluarga pasien.

Berikut isi surat Dirut RS Immanuel yang dikutip dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak legal rumah sakit:

"Pihak manajemen Rumah Sakit Immanuel menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dalam 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) jam ke depan stok oksigen yang dimiliki habis dan sudah tidak dapat digunakan kembali.

Kami telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik agar mendapatkan stok oksigen dengan meminta bantuan kepada vendor oksigen melalui Dinas Kesehatan Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi. Kami juga telah meminta bantuan kepada fasilitas kesehatan lainnya namun mereka juga mengalami kondisi yang serupa.

Dengan sangat terpaksa kami akan melepas semua sungkup oksigen, selang oksigen dan lainnya bila stok oksigen sudah nol (habis). Kondisi ini merupakan kondisi force major yang sangat tidak kami harapkan."

Legal RS Immanuel Gideon Dwi Pamungkas mengatakan, surat tersebut dikirimkan kepada keluarga dan pasien pada pukul 17.30 WIB.

"Kami mengirimkan surat setengah 6 sore tadi," ucap Gideon, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (19/7/2021).

"Saat surat itu dikirimkan, banyak juga akhirnya pihak-pihak yang peduli terhadap kami sehingga mereka menghubungi rumah sakit dan mereka bilang punya tabung oksigen. Mereka langsung ingin membantu. Kami rumah sakit Immanuel sangat bersyukur dan tangan kami terbuka lebar. Sehingga saat ini situasi masih terkendali dengan tabung-tabung oksigen tersebut," tambahnya.

Stok oksigen yang habis saat ini berasal dari oksigen liquid. Untuk sementara ini, pihak RS Immanuel menggunakan oksigen tabung untuk merawat pasien.

Adapun penggunaan oksigen di RS Immanuel mencapai 5.000 liter untuk dua hari. Sementara kebutuhan oksigen untuk 167 pasien yang dirawat saat ini diperlukan 2.750 liter oksigen.

"Sampai saat ini masih terus menerima kiriman. Kalau sampai berapa lamanya kita harapannya bisa bertahan terus sampai oksigen liquid hadir," ujarnya.

Menurut Gideon, pihaknya sudah berupaya mencari ketersediaan oksigen ke berbagai pihak. Dia pun berharap oksigen liquid dapat segera terpenuhi.

"Jadi kami sudah menghubungi para vendor oksigen dan kita juga banyak kerja sama dengan beberapa vendor di situ. Juga kita sudah menghubungi Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, ARSI, PERSI, dan di situ kita sudah mintakan bantuan," pungkasnya.  ***