Ridwan Kamil Penuhi Ultimatum Para Seniman Jabar untuk Berdialog

Ridwan Kamil Penuhi Ultimatum Para Seniman Jabar untuk Berdialog
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar pertemuan virtual dengan para seniman, Senin (26/7/2021)

WJToday,Bandung,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya memenuhi keinginan para seniman Jawa Barat untuk berdialog dengan dirinya.

Menurut Anggota DPRD Jawa Barat yang juga budayawan Buky Wibawa, audiensi antara gubernur dan perwakilan para seniman dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat belangsung secara virtual, Senin sore (27/7/2021).

Sebelumnya,  para seniman sempat menyampaikan petisi kepada Gubernur. Salah satu isi petisi tersebut meminta Ridwan Kamil menemui para seniman secara virtual. Mereka juga memberikan tenggat waktu bagi gubernur untuk menggelar pertemuan virtual tersebut. Terhitung sejak Jumat (23/7/2021).

Baca juga : Seniman Ultimatum Ridwan Kamil : Kami Tunggu Bapak, Minimal 4 Hari dari Sekarang !

Pertemuan ini sendiri bisa terlaksana, setelah difasilitasi Ketua Komisi 5 DPRD Jawa Barat Haris Bobihoe dan Wakil Ketua Komisi 5 Abdul Hadi Wijaya.

Menurut Buky, dalam pertemuan itu gubernur sempat menyampaikan hal hal yang sudah dilakukan untuk mengatasi kesulitan para seniman. Sementara para seniman menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah.

" Hal yang paling mengemuka dalam pertemun tersebut, adalah bagaimana pemerintah bisa secepatnya memperhatikan nasib para seniman pinggiran atau istilahnya seniman "nyeker",  bukan seniman yang bisa mandiri," tutur Buky.

Para seniman pinggiran ini, tambah Buky, hidupnya betul betul terpuruk. Untuk menyambung hidup seringkali mereka menjual alat alat kesenian yang mereka punya.

Buky sendiri menyambut baik gerak cepat yang dilakukan oleh Gubernur. Meski harus diakui ini baru permulaan. 

" Sumbangan sudah ada meski baru di Kota Bandung yang disampaikan melalui Kang Tisna Senjaya dan kawan kawan," 

Harapan Buki, secepatnya Gubernur juga memberikan bantuan kepada seniman seniman yang ada di daerah.

" Kalau bisa by name by addres, tapi kalau belum bisa, gunakan para perwakilan yang kemarin ikut berdialog," ungkap Buky.

Menurut dia, hal yang paling penting dalam pertemuan tersebut adalah permintaan agar pemerintah provinsi secepatnya memiliki data base seniman Jawa Barat.

Sejauh ini, jelas Buky, program terkait kebudayaan selalu bicara soal aspek pelestarian, perlindungan, pengembangan seni budaya. 

" Tapi esensinya untuk siapa ini ? Belum pernah tepikirkan. Sementara disisi lain pemprov tidak punya data base pelaku seni, " ungkap Buky.

Sejauh ini, pemerintah memang mengklaim telah memiliki data tersebut. Namun data tersebut baru nama nama grup kesenian, nama sanggar dan nama pimpinannya. Tapi nama pelaku seni orang per orangnya belum ada.

Selain data base, Buky pun meminta pemerintah agar merubah cara pandang dalam melihat keberadaan para seniman. 

" Pandanglah seniman sebagai aset bukan sebagai beban. Mereka ini para penjaga gawang bukan hanya seni tradisi. Tapi penjaga gawang nilai nilai budaya. Ini menjadi dasar penting program pembangunan. Pembangunan tidak boleh lepas dari akar budaya," tutup Buky.***